Kisah Sultan Murad IV dan Waliyullah yang Gemar Beli Khamar

Rabu, 11 Desember 2019 - 17:36 WIB
Kisah Sultan Murad IV...
Kisah Sultan Murad IV dan Waliyullah yang Gemar Beli Khamar
A A A
Sultan Murad Ahmad atau Murad IV (1623-1640) adalah seorang Khalifah Turki Utsmani yang terkenal tegas memberantas korupsi dan segala kemungkaran. Beliau memiliki sebuah kisah menakjubkan yang diabadikannya dalam buku hariannya.

Pada masa pemerintahannya, beliau mengubah kebijakan dan melarang peredaran minuman keras dan tembakau. Ia bahkan memerintahkan hukuman mati bagi mereka yang melanggar aturan itu.

Al-Musnid Syeikh Hamid Akram Al-Bukhary dari Mudzakkiraat Sultan Murad IV menceritakan kembali kisah yang sangat menyentuh hati ini. Kisah ini juga pernah diceritakan Syeikh Khalid Al-Hamudi (Pembina Yayasan Al Manarah Al Islamiyah) saat khutbah di AQL Islamic Center Tebet Jakarta, beberapa waktu lalu.

Diceritakan, suatu malam sang Sultan merasakan kegelisahan dan kemudian mengajak pengawalnya keluar untuk ronda di jalanan. Di antara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blusukan di malam hari dengan cara menyamar.

Sultan pun pergi bersama pengawalnya. Hingga mereka tiba di sebuah lorong yang sempit. Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki-laki tergeletak di atas tanah. Sang Sultan menggerak-gerakkan tubuh lelaki itu, ternyata telah meninggal dunia.

Anehnya, orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun memperdulikannya. Sultan memanggil mereka dan tak menyadari kalau Beliau adalah seorang Sultan.

"Apa yang kau inginkan?' tanya orang-orang tersebut. Sultan menjawab: "Mengapa orang ini meninggal tidak ada satu pun di antara kalian yang mau mengangkat jenazahnya? Siapa dia? Di mana keluarganya?"

Mereka berkata: "Orang ini zindiq, suka menenggak minuman keras dan berzina!"

Sultan menimpali, "Tapi, bukankah ia termasuk umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW)? Ayo angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya," kata Sultan yang menyamar jadi rakyat biasa.

Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya. Ketika sampai di rumah, sang istri laki-laki itu pun menangis. Orang-orang yang membawa jenazahnya pun langsung pergi.

Tinggallah Sultan dan pengawalnya di rumah itu. Dalam tangisnya sang istri berucap pada jenazah suaminya, "Semoga Allah merahmatimu wahai waliyullah (wali Allah). Aku bersaksi bahwa engkau termasuk orang saleh."

Mendengar ucapan itu, Sultan Murad IV kaget. "Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah sementara orang-orang membicarakan tentang dia begini dan begitu, sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya?"

Sang istri menjawab: "Sudah kuduga pasti akan begini," katanya.

"Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras (khamar), dia membeli minuman keras dari para penjual sejauh yang ia mampu. Kemudian minuman-minuman itu dibawanya ke rumah lalu ditumpahkannya ke dalam toilet, sambil berkata: "Aku telah meringankan dosa kaum muslimin".

"Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata: "Malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi."

"Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: "Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam."

"Orang-orang pun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buah bibir."

Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku, "Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensalatimu dan menguburkan jenazahmu".

Ia hanya tertawa dan berkata, "Jangan takut, bila aku mati, aku akan disalati oleh Sultannya kaum muslimin, para ulama dan para wali."

Mendengar cerita itu, Sultan Murad IV pun menangis dan berkata, "Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad. Besok pagi kita akan memandikannya, mensalatkannya dan menguburkannya."

Akhirnya prosesi penyelenggaraan jasad laki-laki mulia itu dihadiri oleh Sultan, para ulama, para wali Allah dan seluruh masyarakat.

Kisah ini mengajarkan kita untuk senantiasa berbuat baik dan tabayyun terhadap sesuatu. Hikmah lain adalah Allah Ta'ala tidak akan mengabaikan orang-orang yang berbuat baik dan berjihad dalam kebaikan. Sang Khalifah Sultan Murad juga memberi teladan yang baik dalam mengurus pemerintahan dan rakyatnya.
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Syekh Abu Al-Abbas...
Kisah Syekh Abu Al-Abbas As-Sibti, Walinya Orang-orang Buta
Kisah KH Ali Masud,...
Kisah KH Ali Mas'ud, Ulama Sidoarjo yang Memiliki Karamah Ilmu Laduni
Kisah Imam Al-Ghazali...
Kisah Imam Al-Ghazali Mendapat Pencerahan Spritual dari Tukang Sol Sepatu
Kisah Waliyullah Imam...
Kisah Waliyullah Imam Sari as-Saqathi dan Seorang Pejabat Istana
Kisah Karomah Syeikh...
Kisah Karomah Syeikh Sya'rawy dan Peristiwa Unik Jelang Wafatnya
Kisah Ulama Lanjut Usia...
Kisah Ulama Lanjut Usia Menikahi Gadis Muda, Begini Malam Pertamanya
Rekomendasi
10 Peninggalan Kuno...
10 Peninggalan Kuno yang Penuh Teka-teki dan Belum Terpecahkan
Ilmuwan Menemukan Dunia...
Ilmuwan Menemukan 'Dunia Sponge Bob' Jauh di Bawah Es Antartika
Terletak di Indonesia,...
Terletak di Indonesia, Patahan Banda Bisa Picu Bencana Melebihi Gempa Turki
Artikel Terkini
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved