Menanamkan Sifat Malu pada Diri Anak

Senin, 23 Desember 2019 - 10:01 WIB
Menanamkan Sifat Malu...
Menanamkan Sifat Malu pada Diri Anak
A A A
Al-Habib Ahmad bin Novel Jindan
Pengasuh Yayasan Al Hawthah Al Jindaniyah
Pengajar di Ponpes Al-Fachriyah Tangerang

Dari lbnu Mas'ud radhiallahu 'anhu (RA), ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam (SAW) bersabda:
إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ اْلأُوْلَى إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ (رواه البخاري

Artinya: "Sesungguhnya di antara ungkapan kenabian yang pertama yang ditemui para manusia adalah apabila kamu tidak malu, maka lakukanlah apa saja yang kamu sukai." (HR. Al-Bukhari)

Ungkapan ini memiliki dua penafsiran atau dua pemahaman. Pertama, pendapat yang masyhur yakni jika kamu tidak malu terhadap aibmu dan tidak takut akan celaan orang, maka kerjakan perbuatan buruk yang tersirat di hatimu. Maksudnya ini adalah sebuah ancaman jika kamu tidak memiliki perasaan malu, maka lakukanlah apa yang kamu kehendaki.

Tetapi ingat akan ada hari penghitungan dan pembalasan yang mengancammu di akhirat nanti. Dengan kata lain orang-orang yang tidak berbuat buruk pada dasarnya disebabkan adanya rasa malu, jika sifat malu sirna pada diri seseorang, maka ia akan gampang berbuat kemungkaran.

Kedua, jika kamu sewaktu melakukan sesuatu perbuatan terasa aman tidak malu dilihat orang maka pada dasarnya perbuatan itu benar dan hendaknya kamu terus kerjakan jangan engkau hiraukan pendapat orang lain. Hanya saja pemahaman yang pertamalah yang paling pas.

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam memasukkan sifat malu ini dalam akhlak Islam, sebagaimana sabda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam:
الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ (رواه البخار و مسلم

Artinya: "Rasa malu itu tidak membawa kecuali kebaikan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan ini memberikan pengertian bahwa rasa malu merupakan akhlak yang mampu mencegah manusia untuk tidak keluar dari tingkah laku yang baik sebagaimana ia selalu berusaha menghindar dari perbuatan jelek.

Sumber:
Pendididkan Anak dalam Islam, Kasyful Anwar Syarwani
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Malu Menjadi Tanda Kecerdasan...
Malu Menjadi Tanda Kecerdasan Seorang Anak
Keutamaan Rasa Malu...
Keutamaan Rasa Malu sebagai Akhlak Islam dan Dalil-dalilnya
3 Sifat Malu yang Perlu...
3 Sifat Malu yang Perlu Ada dalam Diri Setiap Muslim
3 Nasihat Berharga Habib...
3 Nasihat Berharga Habib Alwi Bin Syekh
3 Sifat Malu Benteng...
3 Sifat Malu Benteng Pertahanan Akhlak Manusia, Apa Saja?
Mengapa Memiliki Rasa...
Mengapa Memiliki Rasa Malu pada Malaikat Dianjurkan? Ini Penjelasan Ulama
Rekomendasi
Gara-gara Cheetos Jatuh...
Gara-gara Cheetos Jatuh Picu Kekacauan Ekosistem di Gua Terbesar di AS
Ilmuwan Temukan Kebocoran...
Ilmuwan Temukan Kebocoran Aneh di Dasar Laut Pemicu Gempa Besar
Zona Subduksi Gibraltar...
Zona Subduksi Gibraltar Bergeliat, Mengancam Samudra Atlantik
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved