alexametrics

Inilah Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Maret Bertepatan Rajab-Sya'ban

loading...
Saat ini kita berada di bulan Maret 2020 atau bertepatan dengan bulan yang diagungkan Allah Ta'ala (bulan haram) yaitu Rajab 1441 Hijriyah. Di bulan ini juga kita akan memasuki Sya'ban yaitu 26 Maret 2020.

Ini merupakan momentum yang baik untuk menghidupkan puasa. Pahala berlipat ganda akan didapat oleh mereka yang berpuasa di bulan ini. Selain pahala puasa sunnah Senin-Kamis dan Ayyamul Biidh, mereka yang berpuasa juga akan mendapat pahala puasa sunnah di bulan Rajab.

Rasulullah SAW bersabda: "Surga memiliki delapan pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar-Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa." (HR. Al-Bukhari)



Adapun keutamaan puasa Senin Kamis sebagaimana sabda Rasulullah dari Abu Hurairah RA. Beliau SAW bersabda: "Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa." (HR. Tirmidzi)

Jadwal Puasa Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh:

1. Senin, 2 Maret 2020 - 7 Rajab 1441 H
2. Kamis, 5 Maret 2020 - 10 Rajab 1441 H
3. Ahad, 8 Maret 2020 - 13 Rajab 1441 H (Ayyamul Bidh)
4. Senin, 9 Maret 2020 - 14 Rajab 1441 H (Ayyamul Bidh)
5. Selasa, 10 Maret - 15 Rajab 1441 H (Ayyamul Bidh)
6. Kamis, 12 Maret 2020 - 17 Rajab 1441 H
7. Senin, 16 Maret 2020 - 21 Rajab 1441 H
8. Kamis, 19 Maret 2020 - 24 Rajab 1441 H
9. Senin, 23 Maret 2020 - 28 Rajab 1441 H
10. Kamis, 26 Maret 2020 - 1 Sya'ban 1441 H
11. Senin, 30 Maret 2020 - 5 Sya'ban 1441 H

Dari Anas bin Malik bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) berkata: "Barangsiapa berpuasa tiga hari dari bulan-bulan Al-Hurum yaitu hari Kamis, Jum'at dan Sabtu maka dituliskan baginya ibadah 700 tahun." Hadis ini diriwayatkan Imam Ath-Thabrani dan Abu Nu'aim dan Al Baihaqi di Fadhoil Al Awqot dengan beberapa sanad yang beberapa darinya dengan lafaz ibadah 60 tahun sebagaiman dikutip oleh As-Sayuthi dalam Al Hawi. Beliau mengatakan tentang hadis ini bahwa Al Hafidz Ibn Hajar mengatakan: Sanad hadis ini lebih baik dari status dhaif (lemah) dan mendekati status hasan.

Niat Puasa Senin dan Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini Sunnatan Lillahi Ta'ala.
(Aku niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta'ala)

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Yaumal Khomiisi Sunnatan Lillahi Ta'ala.
(Aku niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta'ala)

Niat Puasa Ayyamul Biidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Ghadin Ayyamul Biidh Sunnatan Lillahi Ta'ala.
(Aku niat berpuasa besok hari pada ayyamul bidh sunnah karena Allah Ta'ala)

Niat Puasa Sunnah Rajab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Ghadin 'an Adai Sunnati Rojaba Lillahi Ta'ala.
(Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah Ta'ala)
(rhs)
KOMENTAR
loading gif
cover top ayah
وَ ذَا النُّوۡنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنۡ لَّنۡ نَّـقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنۡ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ‌ۖ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ‌
Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim.”

(QS. Al-Anbiya:87)
cover bottom ayah
preload video