Cara Berbakti kepada Orangtua yang Sudah Wafat

loading...
Cara Berbakti kepada Orangtua yang Sudah Wafat
Cara Berbakti kepada Orangtua yang Sudah Wafat
Berbakti kepada orang tua (birrul walidain) merupakan salah satu amalan yang paling dicintai Allah Ta'ala. "Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya." Demikian penggalan ayat 14 dalam Al-Qur'anSurah Luqman.

Lalu, bagaimana cara berbakti kepada orangtua yang sudah meninggal dunia? Berikut penjelasan Al-Habib Quraisy Baharun(Pengasuh Ponpes As-Shidqu Kuningan).

1. Mendoakan Keduanya.
Abu Usaid Malik bin Rabi'ah as-Saidi radhiyallahu 'anhu (RA) pernah berkisah, "Suatu hari kami pernah bersama Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam (SAW). Ketika itu datang seorang lelaki dari Bani Salimah. Dia bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk kebaktian kepada kedua orang tua yang telah meninggal?’

Nabi SAW menjawab, "Benar, masih ada. Yaitu: (1) Menyalatkan keduanya (menyalatkan jenazahnya atau mendoakannya), (2) Memohon ampunan/istigfar untuk keduanya, (3) Memenuhi janji keduanya, (4) Menyambung silaturahmi yang terjalin karena sebab keberadaan keduanya, dan (5) Memuliakan teman dekat keduanya." (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Abu Dawud)



Ulama hadis bersilang pendapat tentang kevalidan hadis di atas. Akan tetapi, makna kandungan hadis itu didukung oleh beberapa dalil yang sahih. Di antaranya diperkuat oleh sabda Nabi, "Apabila seorang manusia meninggal, maka terputuslah amalnya melainkan tiga hal yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)

Di antara doa yang diajarkan Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an adalah:
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Rabbirhamhuma kamaa Rabbayaanii shagiiraa.

"Ya Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangi aku di kala kecil." (QS. Al-Isra: 24)



Begitu juga di antara doa yang bisa kita ucapkan adalah memintakan ampunan untuk keduanya kepada Allah, sebagaimana doa yang kita panjatkan saat menyalati jenazah mereka. Allahummaghfir lahu… (dan seterusnya).
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَـىُّ الۡقَيُّوۡمُۚ  لَا تَاۡخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوۡمٌ‌ؕ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِ‌ؕ مَنۡ ذَا الَّذِىۡ يَشۡفَعُ عِنۡدَهٗۤ اِلَّا بِاِذۡنِهٖ‌ؕ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ اَيۡدِيۡهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ‌ۚ وَلَا يُحِيۡطُوۡنَ بِشَىۡءٍ مِّنۡ عِلۡمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ‌‌ۚ وَلَا يَـــُٔوۡدُهٗ حِفۡظُهُمَا ‌ۚ وَ هُوَ الۡعَلِىُّ الۡعَظِيۡمُ
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.

(QS. Al-Baqarah:255)
cover bottom ayah
preload video