Batal Haji, Baiknya Diganti dengan Menyantuni Fakir Miskin

loading...
Batal Haji, Baiknya Diganti dengan Menyantuni Fakir Miskin
Batal Haji, Baiknya Diganti dengan Menyantuni Fakir Miskin
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah melakukan lockdown dua tempat suci: Makkah dan Madinah. Penyelenggaraan umrah ditutup untuk jamaah asing maupun lokal. Larangan ini bersifat sementara, untuk mencegah penyebaran virus corona baru, COVID-19.

Hingga Kamis kemarin (26/3/2020) tercatat ada 900 kasus atau orang yang terinfeksi dengan dua orang di antaranya meninggal dan 29 pasien disembuhkan.

Belum ada tanda-tanda pandemi mereda, meski di China—negara pertama virus itu muncul—tidak ada kasus baru yang berasal dari lokal, melainkan kasus impor. Situasi ini memicu kekhawatiran pandemi COVID-19 bisa meniadakan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Berbeda dengan umrah yang biasanya bisa dilakukan kapan saja, ibadah haji hanya boleh dilakukan pada hari-hari awal Dzul-Hijjah, bulan terakhir dari kalender Islam.



Kini, calon jamaah haji Indonesia tentu saja harap-harap cemas menunggu kepastian tentang keberangkataan mereka ke Tanah Suci. Pemerintah Indonesia pun masih menunggu kepastian dari Pemerintah Saudi. Sejauh ini penjaga dua tempat suci umat Islam itu juga belum dapat memastikan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 dapat dilaksanakan atau ditiadakan.

Menunaikan ibadah haji menjadi dambaan setiap muslim. Begitu juga mereka yang kini sudah masuk daftar tunggu. Sudah bertahun-tahun mereka menanti giliran berangkat ke Tanah Suci. Serangan corona, bisa jadi, telah membuyarkan impian mereka. Haruskah mereka kecewa?

Ada sebuah kisah yang bisa diambil hikmahnya. Tengoklah kisah seorang tukang sepatu bernama Muwaffaq. Dikisahkan, Abdullah bin Mubarok (118-181 H/726-797 M), ulama asal Marwaz, Khurasan, berkeinginan pergi haji. Untuk itu, ia bekerja keras mengumpulkan uang. Dan ketika terkumpul, ia pun melaksanakan niatnya, menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.



Ketika sudah selesai mengerjakan berbagai tahapan ibadah haji, ia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi menyaksikan dua orang malaikat turun ke bumi. Kedua malaikat ini pun terlibat dalam perbincangan.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
اَلۡمُنٰفِقُوۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتُ بَعۡضُهُمۡ مِّنۡۢ بَعۡضٍ‌ۘ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمُنۡكَرِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمَعۡرُوۡفِ وَيَقۡبِضُوۡنَ اَيۡدِيَهُمۡ‌ؕ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمۡ‌ؕ اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ هُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat mungkar dan mencegah perbuatan yang makruf dan mereka juga kikir. Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka.  Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

(QS. At-Taubah:67)
cover bottom ayah
preload video