Kisah Nabi Musa dan Anak yang Saleh, Pemilik Sapi Betina

loading...
Kisah Nabi Musa dan Anak yang Saleh, Pemilik Sapi Betina
Kisah Nabi Musa dan Anak yang Saleh, Pemilik Sapi Betina
TERSEBUTLAH di kalangan Bani Israil seorang kaya raya bernama Syam`un. Dia mempunyai saudara sepupu yang fakir bernama Uhaihah. Tidak ada ahli waris selain dirinya. Ketika orang kaya tersebut tidak lekas mati, maka Uhaihah membunuhnya agar dia dapat mewarisi hartanya.

Untuk menutupi kesalahannya, Uhaihah membawa mayat Syam`un ke pinggir kota. Tujuannya supaya penduduk kedua kota saling menuduh satu sama lain.

Pagi itu, mayat Syam`un ditemukan oleh Yahuda yang saat itu ditemani istrinya. “Mayat siapa ini suamiku?”

“Dia Syam`un pedagang kaya yang tinggal di tengah kota. Aku juga mengenalnya”

Mereka pun segera memberitahukan kematian Syam`un kepada keponakannya Uhaihah. Agar tidak dicurigai, Uhaihah menampakkan rasa terkejut dan meratap keras.

Uhaihah menuduh penduduk kota sebelah yang melakukan. Itu sebabnya penduduk kota Uhaihah berbondong-bondong hendak menyerbu kota sebelah. Rencana penyerangan itu tercium penduduk kota tetangga. Mereka pun bersiap-siap menyongsong kedatangan kota Uhaihah.



Ketika suasana semakin memanas, seorang kakek tua muncul dan berusaha untuk meredakan ketegangan. “Saudara sekalian jangan biarkan setan menguasai kalian. Kalian telah termakan fitnah atas kematian saudagar renten ini. Aku yakin kalian semua membencinya karena dia adalah orang terkaya yang sukses membungakan uang,” katanya.

“Kakek, caranya berdagang bukan alasan untuk membenarkannya dibunuh,” ujar penduduk kota Uhaihah

“Ya…, engkau benar. Tapi kematiannya juga bukan alasan yang tepat untuk bertikai. Sekarang temui Nabi Musa . Bukankah di tengah-tengah kita ada seorang Rasul? Adukan perkara ini kepada beliau”

Mereka pun menemui Nabi Musa AS. Nabi Musa pun tertegun, sesaat kemudian masuk dan berdoa. Ia memohon kepada Allah SWT agar membantunya memecahkan masalah ini. Tak lama kemudian Nabi Musa keluar dan memerintahkan mereka agar menyembelih sapi.

رُكُمْ أَن تَذْبَحُوا۟ بَقَرَةً ۖ قَالُوٓا۟ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا ۖ قَالَ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina". Mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil". (QS. Al-Baqarah: 67).

Al-Mudzahhabah
Ketika orang-orang mengetahui bahwa menyembelih sapi merupakan rencana dari Allah SWT, maka mereka menanyakan ciri-ciri sapi tersebut kepada Nabi Musa AS.

Ternyata di balik hal tersebut ada hikmah besar, yaitu bahwa di kalangan Bani Israil terdapat orang saleh. Dia punya anak laki-laki yang masih kecil. Dia juga memiliki anak sapi betina. Dia membawa anak sapi tersebut ke dalam hutan dan berkata, “Ya Allah, saya menitipkan anak sapi ini kepada-Mu untuk anakku kelak jika dia dewasa.”

Selanjutnya orang saleh ini meninggal dunia, sehingga anak sapi ini masih di hutan sampai bertahun-tahun. Anak sapi itu berlari setiap kali dilihat oleh orang. Ketika anak orang saleh tadi telah dewasa, dia menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya.

Tiap pagi dia mencari kayu bakar yang ditaruh di punggungnya, lalu datang ke pasar untuk menjual kayunya itu. Kemudian dia menyedekahkan sepertiga dari hasil menjual kayu itu, memakan sepertiganya, dan sepertiganya lagi diberikan kepada sang ibu.

Pada suatu hari sang ibu berkata kepadanya, “Sesungguhnya ayahmu telah mewariskan anak sapi betina untukmu yang dia titipkan kepada Allah SWT di hutan ini, maka berangkatlah! Berdoalah kepada Rabb Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Nabi Ishaq AS agar mengembalikan anak sapi tersebut kepadamu. Ciri-cirinya, jika engkau melihatnya, kamu membayangkan seakan-akan sinar matahari memancar dari kulitnya. Dia diberi nama Al-Mudzahhabah karena keindahan dan kejernihannya.”

Kemudian anak tersebut memasuki hutan, lalu dia melihat anak sapi sedang merumput, lantas dia memanggilnya dengan mengatakan, “Saya bermaksud kepadamu dengan menyebut nama Rabb Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Nabi Ishaq AS.” Kontan sapi itu menengok ke arahnya dan berjalan mendekatinya. Dia lalu memegang lehernya dan menuntunnya.

Dengan izin Allah SWT, tiba-tiba sapi tersebut bicara, “Wahai anak yang berbakti kepada kedua orang tua! Tunggangilah aku, karena hal itu lebih meringankanmu.’
halaman ke-1
cover top ayah
وَقُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ اَبۡصَارِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوۡجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا‌ وَلۡيَـضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوۡبِهِنَّ‌ۖ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اٰبَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اٰبَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيۡنَ غَيۡرِ اُولِى الۡاِرۡبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفۡلِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يَظۡهَرُوۡا عَلٰى عَوۡرٰتِ النِّسَآءِ‌ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِاَرۡجُلِهِنَّ لِيُـعۡلَمَ مَا يُخۡفِيۡنَ مِنۡ زِيۡنَتِهِنَّ‌ ؕ وَتُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيۡعًا اَيُّهَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ
Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.

(QS. An-Nur:31)
cover bottom ayah
preload video