alexametrics

Pandangan Habib Umar Bin Hafidz Terkait Larangan Salat Jumat

loading...
Pandangan Habib Umar Bin Hafidz Terkait Larangan Salat Jumat
Pandangan Habib Umar Bin Hafidz Terkait Larangan Salat Jumat
Salah satu sahabat di Inggris Raya meminta pendapat kepada ulama besar Yaman, Al-Habib Umar Bin Hafidz terkait pelarangan menghadiri Salat Jumat dan Jamaah akibat wabah Corona. Menanggapi ini, Habib Umar memberi jawaban yang disiarkan akun @habibumar_indonesia melalui media Instagram Selasa kemarin.

إعادة إرسال من أحد الإخوان من بريطانيا الذي شاور الحبيب عمر عن مسألة عدم حضور الجمعة والجماعات بسبب الوباء قال الحبيب عمر إن المساجد أماكن في الشفاء ، وطالما أن الحكومة لم تمنع الحضور ، فيجب على الناس الاستمرار في الحضور
إذا منعوا من المساجد فيجب عليهم أن يجتمعوا في بيوتهم للصلاة

يجب أن يكون الناس متسقين مع أذكارهم وأن يعطوا الصدقة كوسيلة للحماية
كما ذكر الحبيب عمر استخدام البصل والثوم كوسيلة طبية طبيعية للوقاية.

يجب طمأنينة الناس والراحة وجدد الحبيب ذلك وأكد له أن هذا سوف يستقر قريبًا إن شاء الله



Habib Umar Bin Hafidz Menjawab:

Sesungguhnya Masjid bisa menjadi tempat-tempat kesembuhan. Dan selama pemerintah setempat tidak melarang untuk menghadiri (Salat Jumat dan Jamaah) maka mereka tetap wajib hadir. Akan tetapi jika ada larangan maka mereka wajib berkumpul untuk salat di rumah-rumah mereka.

Mereka juga wajib merutinkan zikir-zikir mereka dan bersedekah sebagai cara untuk menjaga (dari virus). Sebagaimana Habib Umar juga menyarankan bawang merah dan bawang putih sebagai obat medis alami untuk menangkal virus.

Mereka juga harus tetap tenang dan tidak panik. Habib Umar menegaskan bahwa keadaan insya Allah akan kembali kondusif lagi dalam waktu dekat.

¤ ولذا بعض اخواننا في بعض المواطن التي منعوهم فيها من اقامة الجمعة في الجماعة قلنا "اذا اجتمعتم 12 فاكثر في بيوتكم فصلوا صلوا الجمعه وسط بيوتكم "


Karena itu, sebagian ikhwan yang berada di tempat yang dilarang untuk mendirikan Salat Jumat berjamaah, maka kami katakan, "Jika kalian sudah berkumpul 12 orang atau lebih, maka lakukan salat Jumat di rumah!" (Disampaikan dalam acara Jaltsatul Istnain pada 22 Rajab 1441 H di halaman Darul Musthafa Tarim Hadramaut Yaman).

Terkait wabah Corona yang melanda dunia saat ini, Al-Habib Umar memberi nasihat dalam satu khutbahnya sebagaimana dipublish bincangsyariah.com. Kata Habib Umar, orang-orang beriman harus tetap berusaha semaksimal mungkin dalam mencegah virus Corona dan mengobati para korban. Namun demikian, mereka harus tetap mengandalkan Allah Yang Maha Menentukan segala sesuatu. Mereka harus senantiasa menghamba dan berserah diri kepada Allah seraya meminta pertolongan-Nya. Sehingga Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Kuasa menyelamatkan kita semua dari amukan wabah virus Corona.

Habib Umar mengajak orang-orang beriman agar memperbanyak doa, sedekah, zikir, salawat, dan istigfar. Sebab, musibah akan tertolak dan berakhir dengan doa, sedekah, zikir, salawat dan istigfar.

Dengan demikian, adanya wabah virus Corona ini harus menjadi wasilah (sarana) agar kita semakin mendekatkan diri kepada Allah Sang Maha Penentu segalanya sembari melakukan usaha lahir agar terhindar dari virus tersebut. Bukan sebaliknya, kita melupakan Allah karena merasa bisa mengatasi wabah virus Corona dengan alat dan obat tertentu yang bertaraf internasional.

Wallahu A'lam Bish Showab
(rhs)
cover top ayah
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اجۡتَنِبُوۡا كَثِيۡرًا مِّنَ الظَّنِّ اِنَّ بَعۡضَ الظَّنِّ اِثۡمٌ‌ۖ وَّلَا تَجَسَّسُوۡا وَلَا يَغۡتَبْ بَّعۡضُكُمۡ بَعۡضًا‌ ؕ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمۡ اَنۡ يَّاۡكُلَ لَحۡمَ اَخِيۡهِ مَيۡتًا فَكَرِهۡتُمُوۡهُ‌ ؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيۡمٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

(QS. Al-Hujurat:12)
cover bottom ayah
preload video
KOMENTAR
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak