Rekonsiliasi kebangsaan
Kamis, 26 Juli 2012 - 11:05 WIB
Rekonsiliasi kebangsaan
A
A
A
Sindonews.com – Wakil Ketua DPR Anis Matta mengajak umat Islam mencontoh kebangkitan Islam dalam merebut takhta pemerintahan di Mesir. Untuk mencapai itu, perlu ada rekonsiliasi Islam dengan negara. Islam harus memimpin negara ini yang substansi kehadirannya mencari solusi.
“Perlu ada rekonsiliasi kebangsaan. Islam tidak boleh menganggap negara sebagai musuh, dan negara tidak boleh menganggap Islam sebagai musuh. Kita harus berpikir bahwa kitalah yang paling berhak memimpin negara kita sendiri,” kata Anis saat mengisi ceramah buka puasa yang digelar Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin di Baruga Angin Mammiri, Makassar, kemarin.
Anis yang juga Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengemukakan, saat ini denyut peradaban Islam di Indonesia mulai meredup. Padahal, peradaban Islam adalah ideologi paling kaya untuk menuntaskan berbagai permasalahan bangsa, seperti masalah kemiskinan. Anis juga mengingat umat Islam tidak membangun Indonesia dengan kemewahan. “Islam punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalah. Kemewahan identik dengan kehancuran,” ucapnya.
Buka bersama tersebut dihadiri hampir seluruh pengurus PKS Sulsel, termasuk Ketua DPD PKS Andi Akmal Pasluddin. Hadir pula beberapa pejabat Pemkot Makassar dan pendukung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Ilham Arief Sirajuddin-Azis Kahar Muzakkat (IA).
Acara buka puasa di Baruga Angin Mammiri kali ini disajikan berbeda dibandingkan buka puasa tahun-tahun sebelumnya. Semua peserta duduk di lantai mendengarkan ceramah dari Anis. Untuk pertama kalinya, tempat wudu baru yang menyatu dengan pagar Rumah Jabatan Wali Kota digunakan.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho mengajak umat muslim Indonesia peduli dengan rakyat Palestina, dengan menyisihkan sebagian rezekinya untuk berinfak.
“Pada malam Ramadan yang penuh berkah ini untuk mendapatkan keberkahan tersebut, mari kita ikut berkontribusi minimal dalam bentuk doa untuk rakyat Palestina. Saya mengajak semua ikut berkontribusi terhadap perjuangan bangsa dan rakyat Palestina,” kata Gatot dalam acara buka puasa dan haflah Alquran bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), bupati/wali kota, media massa, ormas, dan tokoh masyarakat Sumut di kediaman gubernur, Jalan Sudirman, Medan, kemarin.
Menurut dia, seluruh umat Islam di sini pasti selalu mengidentikkan Palestina dengan salah satu perjalanan Isra Mikraj Rasulullah yang singgah di Masjid Al-Aqsa. ”Dan, saat ini tempat yang sangat diberkahi tersebut rakyatnya sedang memperjuangkan haknya atas kemerdekaan,” sebutnya.
Di Jakarta, Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Indonesia telah membagikan 100.000 eksemplar Alquran dan 900 ton kurma kepada sejumlah institusi pemerintah, lembaga-lembaga Islam, sejumlah masjid, perguruan tinggi, dan panti asuhan di Indonesia. Siaran pers Kedubes Arab Saudi menyebutkan, Alquran dan kurma itu merupakan hadiah dari Raja Abdullah selaku khodimul haromain al-syarifain atau penjaga dua kota suci, Mekkah dan Madinah.
Kedubes Arab Saudi juga bekerja sama dengan Kementerian Agama RI dalam menanggung biaya 90 imam masjid serta akan melaksanakan program “ifthar” atau buka puasa untuk 60.000 orang, khususnya di daerah terpencil.
“Perlu ada rekonsiliasi kebangsaan. Islam tidak boleh menganggap negara sebagai musuh, dan negara tidak boleh menganggap Islam sebagai musuh. Kita harus berpikir bahwa kitalah yang paling berhak memimpin negara kita sendiri,” kata Anis saat mengisi ceramah buka puasa yang digelar Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin di Baruga Angin Mammiri, Makassar, kemarin.
Anis yang juga Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengemukakan, saat ini denyut peradaban Islam di Indonesia mulai meredup. Padahal, peradaban Islam adalah ideologi paling kaya untuk menuntaskan berbagai permasalahan bangsa, seperti masalah kemiskinan. Anis juga mengingat umat Islam tidak membangun Indonesia dengan kemewahan. “Islam punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalah. Kemewahan identik dengan kehancuran,” ucapnya.
Buka bersama tersebut dihadiri hampir seluruh pengurus PKS Sulsel, termasuk Ketua DPD PKS Andi Akmal Pasluddin. Hadir pula beberapa pejabat Pemkot Makassar dan pendukung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Ilham Arief Sirajuddin-Azis Kahar Muzakkat (IA).
Acara buka puasa di Baruga Angin Mammiri kali ini disajikan berbeda dibandingkan buka puasa tahun-tahun sebelumnya. Semua peserta duduk di lantai mendengarkan ceramah dari Anis. Untuk pertama kalinya, tempat wudu baru yang menyatu dengan pagar Rumah Jabatan Wali Kota digunakan.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho mengajak umat muslim Indonesia peduli dengan rakyat Palestina, dengan menyisihkan sebagian rezekinya untuk berinfak.
“Pada malam Ramadan yang penuh berkah ini untuk mendapatkan keberkahan tersebut, mari kita ikut berkontribusi minimal dalam bentuk doa untuk rakyat Palestina. Saya mengajak semua ikut berkontribusi terhadap perjuangan bangsa dan rakyat Palestina,” kata Gatot dalam acara buka puasa dan haflah Alquran bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), bupati/wali kota, media massa, ormas, dan tokoh masyarakat Sumut di kediaman gubernur, Jalan Sudirman, Medan, kemarin.
Menurut dia, seluruh umat Islam di sini pasti selalu mengidentikkan Palestina dengan salah satu perjalanan Isra Mikraj Rasulullah yang singgah di Masjid Al-Aqsa. ”Dan, saat ini tempat yang sangat diberkahi tersebut rakyatnya sedang memperjuangkan haknya atas kemerdekaan,” sebutnya.
Di Jakarta, Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Indonesia telah membagikan 100.000 eksemplar Alquran dan 900 ton kurma kepada sejumlah institusi pemerintah, lembaga-lembaga Islam, sejumlah masjid, perguruan tinggi, dan panti asuhan di Indonesia. Siaran pers Kedubes Arab Saudi menyebutkan, Alquran dan kurma itu merupakan hadiah dari Raja Abdullah selaku khodimul haromain al-syarifain atau penjaga dua kota suci, Mekkah dan Madinah.
Kedubes Arab Saudi juga bekerja sama dengan Kementerian Agama RI dalam menanggung biaya 90 imam masjid serta akan melaksanakan program “ifthar” atau buka puasa untuk 60.000 orang, khususnya di daerah terpencil.
(hyk)
Lihat Juga :