Waspadai takjil berformalin
Jum'at, 27 Juli 2012 - 09:57 WIB
Waspadai takjil berformalin
A
A
A
Sindonews.com - Masyarakat Kabupaten Kuningan diminta tetap waspada jika membeli makanan takjil di pasaran. Pasalnya, Disperindag menemukan banyak bahan makanan berbahaya dalam hidangan tersebut.
Penemuan itu diketahui dari hasil sidak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan Lembaga Perlindungan Konsumen Perisai Rakyat, kemarin. Seperti yang ditemukan di Pasar Baru Kuningan, bahan makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya tersebut, di antaranya cincau, agaragar, cendol, dan kolang-kaling. Harga bahan makanan tersebut dijual sangat murah, berkisar Rp1.000 hingga Rp2.500 per bungkus. Yati (48) pedagang makanan takjil, mengaku makanan itu dikirim dari Bandung.
“Tapi saya tidak tahu nama perusahaannya,” kata Yati menjelaskan kepada wartawan, Kamis 26/7/2012.
Kepala Disperindag Kabupaten Kuningan Nana Sugiana mengungkapkan, sidak tersebut merupakan upaya perlindungan terhadap konsumen dengan mengurangi peredaran makanan yang diduga mengandung bahan yang berisiko terhadap kesehatan, seperti mengandung formalin atau pewarna tekstil.
“Perlu diketahui oleh masyarakat, untuk mencurigai makanan yang mengandung zat berbahaya dapat terlihat dari kondisi makanan yang berwarna cerah dan tekstur yang kenyal tidak wajar, mungkin saja mengandung bahan berbahaya seperti pewarna tekstil atau formalin,” kata Nana.
Dari hasil penelitian tersebut, lanjut Nana, akan diketahui apakah bahan makanan tersebut mengandung zat berbahaya atau tidak.
“Jika diketahui mengandung bahan berbahaya, kemudian akan kami serahkan ke pihak berwajib untuk ditindak lanjut penyelidikannya. Diharapkan nantinya petugas dapat mengungkapkan keberadaan pabrik dan pengusaha makanan tersebut,” kata Nana.
Penemuan itu diketahui dari hasil sidak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan Lembaga Perlindungan Konsumen Perisai Rakyat, kemarin. Seperti yang ditemukan di Pasar Baru Kuningan, bahan makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya tersebut, di antaranya cincau, agaragar, cendol, dan kolang-kaling. Harga bahan makanan tersebut dijual sangat murah, berkisar Rp1.000 hingga Rp2.500 per bungkus. Yati (48) pedagang makanan takjil, mengaku makanan itu dikirim dari Bandung.
“Tapi saya tidak tahu nama perusahaannya,” kata Yati menjelaskan kepada wartawan, Kamis 26/7/2012.
Kepala Disperindag Kabupaten Kuningan Nana Sugiana mengungkapkan, sidak tersebut merupakan upaya perlindungan terhadap konsumen dengan mengurangi peredaran makanan yang diduga mengandung bahan yang berisiko terhadap kesehatan, seperti mengandung formalin atau pewarna tekstil.
“Perlu diketahui oleh masyarakat, untuk mencurigai makanan yang mengandung zat berbahaya dapat terlihat dari kondisi makanan yang berwarna cerah dan tekstur yang kenyal tidak wajar, mungkin saja mengandung bahan berbahaya seperti pewarna tekstil atau formalin,” kata Nana.
Dari hasil penelitian tersebut, lanjut Nana, akan diketahui apakah bahan makanan tersebut mengandung zat berbahaya atau tidak.
“Jika diketahui mengandung bahan berbahaya, kemudian akan kami serahkan ke pihak berwajib untuk ditindak lanjut penyelidikannya. Diharapkan nantinya petugas dapat mengungkapkan keberadaan pabrik dan pengusaha makanan tersebut,” kata Nana.
(azh)
Lihat Juga :