PT KAI waspada titik longsor di pegunungan
Kamis, 02 Agustus 2012 - 21:20 WIB
PT KAI waspada titik longsor di pegunungan
A
A
A
Sindonews.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop II Bandung mewaspadai sepuluh titik rawan longsor saat arus mudik dan balik mendatang.
Kepala Humas PT KAI Daop II Bandung Bambang S Prayitno mengatakan, wilayah Daop II berada di pegunungan yang dipastikan rawan akan pergerakan tanah.
“Wilayah Daop II mengacangkup Purwakarta sampai Banjar. Dan ada beberapa tempat yang rawan, seperti Purwakarta, Ciganea, dan Sukatani,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (2/8/2012).
Menurutnya, salah satu faktor penyebab rawan longsor adalah adanya galian C yang berdampak pada kereta saat melintas. “Alhamdullilah galian C di Ciganea sudah bisa ditutup,” katanya.
Bambang menuturkan, terdapat sepuluh titik rawan longsor besar di wilayahnya. Namun hal itu belum termasuk dengan titik rawan longsor kecil yang jumlahnya lebih banyak. Untuk itu, pihaknya sudah membentuk regu khusus yang terdiri dari para personel yang akan ditempatkan di titik-titik strategis.
“Kita juga ada penambahan personel seperti, juru periksa jalur dari dua orang menjadi tiga orang. Lalu penjaga pintu perlintasan dari dua orang juga menjadi tiga orang,” katanya.
Selain kedua tempat tersebut, penambahan personel juga akan ditempatkan khusus untuk pengawasan jembatan panjang dan terowongan.
Bambang mengatakan, selain pengaman internal, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi lainnya seperti TNI dan Polri untuk membantu penjagaan. “Kita koordinasi dengan aparat kepolisian dalam hal ini Brimob. Lalu aparat kewilayahan seperti Polres, Polsek, TNI, dan Pom,” terangnya.
Dia memaparkan, khusus pengamanan eksternal terdiri dari 88 personel Polri, 266 anggota Polri yang terdiri dari aparat kewilayahan dan Brimob Polda Jabar. Tidak hanya itu, dalam pengamanan kali ini pihaknya juga mengerahkan 53 orang yang mengurusi kesehatan, dan gabungan Pramuka, PMI, Dishub, dan instansi lainnya yang mencapai 770 personel.
Kepala Humas PT KAI Daop II Bandung Bambang S Prayitno mengatakan, wilayah Daop II berada di pegunungan yang dipastikan rawan akan pergerakan tanah.
“Wilayah Daop II mengacangkup Purwakarta sampai Banjar. Dan ada beberapa tempat yang rawan, seperti Purwakarta, Ciganea, dan Sukatani,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (2/8/2012).
Menurutnya, salah satu faktor penyebab rawan longsor adalah adanya galian C yang berdampak pada kereta saat melintas. “Alhamdullilah galian C di Ciganea sudah bisa ditutup,” katanya.
Bambang menuturkan, terdapat sepuluh titik rawan longsor besar di wilayahnya. Namun hal itu belum termasuk dengan titik rawan longsor kecil yang jumlahnya lebih banyak. Untuk itu, pihaknya sudah membentuk regu khusus yang terdiri dari para personel yang akan ditempatkan di titik-titik strategis.
“Kita juga ada penambahan personel seperti, juru periksa jalur dari dua orang menjadi tiga orang. Lalu penjaga pintu perlintasan dari dua orang juga menjadi tiga orang,” katanya.
Selain kedua tempat tersebut, penambahan personel juga akan ditempatkan khusus untuk pengawasan jembatan panjang dan terowongan.
Bambang mengatakan, selain pengaman internal, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi lainnya seperti TNI dan Polri untuk membantu penjagaan. “Kita koordinasi dengan aparat kepolisian dalam hal ini Brimob. Lalu aparat kewilayahan seperti Polres, Polsek, TNI, dan Pom,” terangnya.
Dia memaparkan, khusus pengamanan eksternal terdiri dari 88 personel Polri, 266 anggota Polri yang terdiri dari aparat kewilayahan dan Brimob Polda Jabar. Tidak hanya itu, dalam pengamanan kali ini pihaknya juga mengerahkan 53 orang yang mengurusi kesehatan, dan gabungan Pramuka, PMI, Dishub, dan instansi lainnya yang mencapai 770 personel.
(hyk)