Jelang Lebaran, peredaran uang palsu marak
Selasa, 07 Agustus 2012 - 19:06 WIB
Jelang Lebaran, peredaran uang palsu marak
A
A
A
Sindonews.com - Perederan uang palsu menjelang hari raya Idul Fitri marak di luar Jakarta. Sasaran peredaran uang palsu itu adalah toko-toko kecil. Maka itu, para pedagang kecil diminta waspada dan berhati-hati dengan peredaran uang palsu ini.
"Toko-toko kecil biasanya proses jual belinya cepat. Tidak bisa mengkontrol keaslian uang, karena tidak punya alat sinar ultraviolet untuk memeriksa keaslian uang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (7/8/2012).
Kalau di Jakarta, peredaran uang palsu cukup sulit dilakukan. Karena saat ini sebagian besar toko-toko di Jakarta telah dilengkapi peralatan modern seperti alat pendeteksi uang palsu.
Sedangkan menyangkut peredaran uang dollar palsu atau dollar hitam berkedok undian berhadiah (penipuan), lebih banyak terjadi di kota-kota besar, seperti Jakarta.
"Untuk dollar palsu ini konteksnya penipuan bukan penukaran. Biasanya dari undian berhadiah dan korbannya disuruh untuk mentransferkan sejumlah uang rupiah dengan alasan untuk membayar pajak dollar," jelas Rikwanto.
Kepada masyarakat yang menemukan uang palsu di lapangan, diimbau segera melapor kepada petugas kepolisian setempat. Namun, masyarakat boleh menyimpannya dengan syarat tidak diedarkan.
Karena ditakutkan masyarakat tersebut akan dituduh sebagai pengedar. Khusus untuk dollar hitam, masyarakat dapat mengecek keasliannya dengan bantuan alat sinar ultraviolet.
"Toko-toko kecil biasanya proses jual belinya cepat. Tidak bisa mengkontrol keaslian uang, karena tidak punya alat sinar ultraviolet untuk memeriksa keaslian uang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (7/8/2012).
Kalau di Jakarta, peredaran uang palsu cukup sulit dilakukan. Karena saat ini sebagian besar toko-toko di Jakarta telah dilengkapi peralatan modern seperti alat pendeteksi uang palsu.
Sedangkan menyangkut peredaran uang dollar palsu atau dollar hitam berkedok undian berhadiah (penipuan), lebih banyak terjadi di kota-kota besar, seperti Jakarta.
"Untuk dollar palsu ini konteksnya penipuan bukan penukaran. Biasanya dari undian berhadiah dan korbannya disuruh untuk mentransferkan sejumlah uang rupiah dengan alasan untuk membayar pajak dollar," jelas Rikwanto.
Kepada masyarakat yang menemukan uang palsu di lapangan, diimbau segera melapor kepada petugas kepolisian setempat. Namun, masyarakat boleh menyimpannya dengan syarat tidak diedarkan.
Karena ditakutkan masyarakat tersebut akan dituduh sebagai pengedar. Khusus untuk dollar hitam, masyarakat dapat mengecek keasliannya dengan bantuan alat sinar ultraviolet.
(san)
Lihat Juga :