Biaya ongkos angkot tinggi

Penumpang ferry terlantar di Pelabuhan Mamuju

Kamis, 16 Agustus 2012 - 14:37 WIB
Penumpang ferry terlantar...
Penumpang ferry terlantar di Pelabuhan Mamuju
A A A
Sindonews.com - Sejumlah penumpang kapal ferry dari Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), nyaris terlantar di Pelabuhan Ferry Mamuju, Sulawesi Selatan (Sulsel), akibat tingginya tarif angkutan kota (angkot). Angkot ini tidak melalui terminal namun langsung meluncur ke tujuan para penumpang.

Tarif angkot ini paling rendah Rp600 ribu untuk tujuan Kecamatan Kalukku atau 60 kilometer dari Kota Mamuju. Harga ini bukan per orang tapi per kendaraan.

Hampir semua penumpang tidak menduga kondisi ini. Awalnya mereka mengira perubahan itu hanya akal-akalan sopir. Namun ada kejelasan, seluruh penumpang akhirnya bisa menuju daerahnya masing-masing.

Kenaikan tarif yang sebenarnya justru ada pada upah buruh angkut barang. Pada hari biasa, upah hanya sebesar Rp5.000 per barang. Namun pada musim mudik 2012 ini, tarifnya naik sampai 100 persen.

Sementara tarif yang tidak naik di areal pelabuhan adalah tiket kapal. Harganya masih tetap Rp135 ribu per orang. Di pelabuhan ferry Mamuju juga tidak ada pungutan sekecil apapun.

"Ini demi penumpang juga dan sudah menjadi kesepakatan kami. Kasihan kalau mereka harus singgah di terminal. Soal tarif, sebenarnya sangat murah apalagi kalau disewa," kata salah seorang sopir di Pelabuhan ferry Mamuju, Kamis (16/8/2012).

Komentar yang sama diungkapkan seluruh personel yang ada di pelabuhan. Mereka enggan namanya disebutkan. Sejumlah petugas PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), pengamanan dan kesehatan berada di lokasi.

Memasuki H-3 lebaran, ferry dari Balikpapan ke Mamuju kian padat. Seluruh kabin kapal terisi penuh oleh penumpang.

"Kami memanfaatkan yang ada untuk tidur. Tempat tidur dipakai oleh ibu-ibu, manula dan anak-anak," tutur salah seorang penumpang, Ahmad.

Kapal ferry itu tidak hanya mengangkut orang dan kendaraan. Namun juga hewan seperti kambing dan ayam.

Jalur mudik dari dan ke Mamuju rawan longsor. Meski jalanan sudah bagus, namun tebing mengancam pengguna jalan. Sebab pada musim kemarau, sering terjadi reruntuhan kerikil. Wilayah yang paling rawan adalah di Kawasan Kecamatan Tapalang atau sebelah selatan kota Mamuju dan Kecamatan Topoyo.
(azh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Dilarang Mudik, Jasa...
Dilarang Mudik, Jasa Marga Perketat di Ruas Jalan Tol Ini
Soal Larangan Mudik,...
Soal Larangan Mudik, Pemerintah Harus Tegakkan Aturan Secara Konsisten
Pemerintah Larang Mudik,...
Pemerintah Larang Mudik, DPR: Jangan Kayak Tahun Lalu Pulang Kampung Boleh
Ini yang Sebaiknya Masyarakat...
Ini yang Sebaiknya Masyarakat Lakukan Ketika Mudik Kembali Dilarang
Nekad Mudik? Jangan...
Nekad Mudik? Jangan Sepelekan Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Sepeda Motor
Rekomendasi
Pilar Gantung Kuil Veerabhadra:...
Pilar Gantung Kuil Veerabhadra: Keajaiban Karya Arsitektur atau Mitos?
4 Fenomena Gaib yang...
4 Fenomena Gaib yang Belum Bisa Dijelaskan secara Sains, Nomor Terakhir Sangat Populer
Tertua di Dunia, Seni...
Tertua di Dunia, Seni Lukis Sulawesi Diklaim Dibuat oleh Nenek Moyang Manusia
Artikel Terkini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved