Pemerintah perkirakan Lebaran serentak Minggu
Sabtu, 18 Agustus 2012 - 16:22 WIB
Pemerintah perkirakan Lebaran serentak Minggu
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah melalui Kementerian Agama hari ini akan menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1433 Hijriyah. Namun pemerintah memperkirakan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah akan jatuh besok, Minggu 19 Agustus 2012.
Sekretariat Jendral Kementrian Agama Bahrul Hayat mengatakan, sore ini dipilih sebagai jadwal pelaksanaan sidang, karena pertimbangan perhitungan hisab sudah di atas nol derajat.
"Kami memperhitungkan 1 Syawal dan Idul Fitri berdasarkan hisab dan rukyat. Memang diperkirakan Lebaran atau Idul Fitri akan jatuh pada Minggu," kata Bahrul dalam pernyataan pers, seperti yang dilansir bbc.com, Sabtu (18/8/2012).
Ditambahkan Bahrul, seluruh ormas Islam serta para ahli astronomi yang tergabung dalam Badan Hisab Rukyat diundang dalam sidang sore ini.
Sementara itu, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam Muhammadiyah telah lebih dulu menentukan 1 Syawal. Untuk itu, Muhammadiyah yang pada sidang istbat penentuan awal Ramadan tidak hadir, diharapkan dapat mengirimkan perwakilannya.
Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, pihaknya sudah menentukan 1 Syawal jatuh pada Minggu, 19 Agustus 2012. Keputusan 1 Syawal itu berdasarkan ijtimak (konjunksi) jelang Syawal 1433 H terjadi pada Jumat, 17 Agustus 2012 pukul 22.55.50 WIB.
"Kami sudah menetapkan 1 Syawal itu berdasarkan syariah,” kata Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir, di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta, Jumat 10 Agustus 2012.
Bahkan Muhammadiyah sejak 16 Juni telah menetapkan awal Ramadan, 1 Syawal dan 1 Dzulhijah seperti disampaikan salah seorang pimpinan Muhammadiyah Malik Fajar, pada BBC Indonesia beberapa waktu lalu.
"Berdasarkan perhitungan Muhammadiyah, Idul Fitri tahun ini jatuh pada 19 Agustus 2012 karena posisi hilal saat 17 Agustus masih di bawah ufuk," tegas Malik Fajar.
Sekretariat Jendral Kementrian Agama Bahrul Hayat mengatakan, sore ini dipilih sebagai jadwal pelaksanaan sidang, karena pertimbangan perhitungan hisab sudah di atas nol derajat.
"Kami memperhitungkan 1 Syawal dan Idul Fitri berdasarkan hisab dan rukyat. Memang diperkirakan Lebaran atau Idul Fitri akan jatuh pada Minggu," kata Bahrul dalam pernyataan pers, seperti yang dilansir bbc.com, Sabtu (18/8/2012).
Ditambahkan Bahrul, seluruh ormas Islam serta para ahli astronomi yang tergabung dalam Badan Hisab Rukyat diundang dalam sidang sore ini.
Sementara itu, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam Muhammadiyah telah lebih dulu menentukan 1 Syawal. Untuk itu, Muhammadiyah yang pada sidang istbat penentuan awal Ramadan tidak hadir, diharapkan dapat mengirimkan perwakilannya.
Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, pihaknya sudah menentukan 1 Syawal jatuh pada Minggu, 19 Agustus 2012. Keputusan 1 Syawal itu berdasarkan ijtimak (konjunksi) jelang Syawal 1433 H terjadi pada Jumat, 17 Agustus 2012 pukul 22.55.50 WIB.
"Kami sudah menetapkan 1 Syawal itu berdasarkan syariah,” kata Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir, di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta, Jumat 10 Agustus 2012.
Bahkan Muhammadiyah sejak 16 Juni telah menetapkan awal Ramadan, 1 Syawal dan 1 Dzulhijah seperti disampaikan salah seorang pimpinan Muhammadiyah Malik Fajar, pada BBC Indonesia beberapa waktu lalu.
"Berdasarkan perhitungan Muhammadiyah, Idul Fitri tahun ini jatuh pada 19 Agustus 2012 karena posisi hilal saat 17 Agustus masih di bawah ufuk," tegas Malik Fajar.
(san)
Lihat Juga :