Arus balik, Jalur Pantura Indramayu padat
Minggu, 26 Agustus 2012 - 20:08 WIB
Arus balik, Jalur Pantura Indramayu padat
A
A
A
Sindonews.com - Memasuki puncak arus balik lebaran, arus mudik di jalur pantura dan jalur alternatif di Kabupaten Indramayu dipadati oleh kendaraan pemudik. Ratusan ribu kendaraan dari berbagai daerah yang akan kembali ke Jakarta memadati Jalur Pantura dan alternatif Indramayu.
Akibatnya, arus kendaraan bergerak tersendat. Kecepatan kendaraan rata-rata hanya mencapai 30 hingga 40 Kilometer per jam. Dalam kondisi lalu-lintas normal waktu tempuh Lohbener-patrol hanya 30 menit, namun saat puncak arus balik harus menghabiskan waktu tempuh sekitar 1,5 jam akibat padatnya arus lalulintas kendaraan.
Setiap kendaraan harus terhenti sejenak saat akan memasuki titik balik arah maupun lokasi Simpang Tiga tempat keluar masuknya kendaraan. Petugas yang berjaga-jaga di pos-pos pengamanan Jalur Pantura terpaksa harus bekerja lebih keras lagi karena padatnya volume kendaraan yang melintas di sepanjang Jalur Pantura sambung menyambung tak terputus.
Kapolres Indramayu AKBP G Pangarso Winarsadi mengatakan seluruh kekuatan polri dikerahkan untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah di sepanjang jalur pantura Indramayu. arus kendaraan dari arah Cirebon sempat dialihkan melalui jalur alternatif arangampel-Balongan-Simpang Lima-Lohbener. Pengalihan ini dilakukan, untuk mengurangi kepadatan di jalur pantura.
"Pengalihan arus kendaraan akan terus dilakukan, karena jalur utama sangat padat," ungkap Pangarso menjelaskan, Mingguu (26/8/2012).
Sementara itu saat puncak arus balik di jalur alternatif, terjadi kecelakaan lalu lintas antara mobil elf jurusan Indramayu-Cirebon dengan sepeda motor.Dalam insiden ini, empat orang pengemudi sepeda motor diketahui tewas.
Insiden lakalantas tersebut terjadi saat arus kendaraan di jalur alternatif cukup padat. Sepeda motor Yamaha MX dengan nopol D 5164 ZA melaju dari arah lampu merah Karangampel menuju Juntinyuat. Saat itu, sepeda motor yamaha MX bersenggolan dengan sepeda motor lainnya saat melintas dari arah cirebon menuju Indramayu.
Saat berada di jalan raya Dampu Awang Karangampel, sepeda motor yang dikendarai empat orang tanpa menggunakan helm tersebut, terjatuh dijalan. Namun, dari arah berlawanan, melintas kendaraan elf jurusan Indramayu-Cirebon dengan nopol E 7526 R yang melaju dengan kecepatan tinggi. Sopir elf tidak dapat menghentikan laju kendaraan dan menabrak sepeda motor dan pengemudi sepeda motor.Bahkan, dua pengendara dan sepeda motornya,sempat terseret puluhan meter.
Nandi (49) salah satu saksi mata mengatakan, korban tewas mengalami pendarahan dan pecah dibagian kepala."Warga langsung membawa korban ke RSUD Indramayu dan melaporkan kepada aparat kepolisian," katanya.
Sementara itu Kasat lantas Polres Indramayu AKP Irwandi mengatakan, korban tewas masih belum diketahui identitasnya.Dua korban tewas di lokasi kejadian berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan usia diatas 30 tahun. Sedangkan dua korban tewas lainnya yang meninggal dunia setelah dilarikan ke RSUD Indramayu merupakan anak-anak. Dua korban tewas tersebut sempat dilarikan ke RSUD Indramayu.Namun karena kondisinya kritis, nyawa tidak dapat tertolong.
"Kita masih terus mendalami dan memeriksa saksi-saksi. Sopir elf telah kita kantongi identitasnya, meski saat ini masih buron," katanya.
Akibatnya, arus kendaraan bergerak tersendat. Kecepatan kendaraan rata-rata hanya mencapai 30 hingga 40 Kilometer per jam. Dalam kondisi lalu-lintas normal waktu tempuh Lohbener-patrol hanya 30 menit, namun saat puncak arus balik harus menghabiskan waktu tempuh sekitar 1,5 jam akibat padatnya arus lalulintas kendaraan.
Setiap kendaraan harus terhenti sejenak saat akan memasuki titik balik arah maupun lokasi Simpang Tiga tempat keluar masuknya kendaraan. Petugas yang berjaga-jaga di pos-pos pengamanan Jalur Pantura terpaksa harus bekerja lebih keras lagi karena padatnya volume kendaraan yang melintas di sepanjang Jalur Pantura sambung menyambung tak terputus.
Kapolres Indramayu AKBP G Pangarso Winarsadi mengatakan seluruh kekuatan polri dikerahkan untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah di sepanjang jalur pantura Indramayu. arus kendaraan dari arah Cirebon sempat dialihkan melalui jalur alternatif arangampel-Balongan-Simpang Lima-Lohbener. Pengalihan ini dilakukan, untuk mengurangi kepadatan di jalur pantura.
"Pengalihan arus kendaraan akan terus dilakukan, karena jalur utama sangat padat," ungkap Pangarso menjelaskan, Mingguu (26/8/2012).
Sementara itu saat puncak arus balik di jalur alternatif, terjadi kecelakaan lalu lintas antara mobil elf jurusan Indramayu-Cirebon dengan sepeda motor.Dalam insiden ini, empat orang pengemudi sepeda motor diketahui tewas.
Insiden lakalantas tersebut terjadi saat arus kendaraan di jalur alternatif cukup padat. Sepeda motor Yamaha MX dengan nopol D 5164 ZA melaju dari arah lampu merah Karangampel menuju Juntinyuat. Saat itu, sepeda motor yamaha MX bersenggolan dengan sepeda motor lainnya saat melintas dari arah cirebon menuju Indramayu.
Saat berada di jalan raya Dampu Awang Karangampel, sepeda motor yang dikendarai empat orang tanpa menggunakan helm tersebut, terjatuh dijalan. Namun, dari arah berlawanan, melintas kendaraan elf jurusan Indramayu-Cirebon dengan nopol E 7526 R yang melaju dengan kecepatan tinggi. Sopir elf tidak dapat menghentikan laju kendaraan dan menabrak sepeda motor dan pengemudi sepeda motor.Bahkan, dua pengendara dan sepeda motornya,sempat terseret puluhan meter.
Nandi (49) salah satu saksi mata mengatakan, korban tewas mengalami pendarahan dan pecah dibagian kepala."Warga langsung membawa korban ke RSUD Indramayu dan melaporkan kepada aparat kepolisian," katanya.
Sementara itu Kasat lantas Polres Indramayu AKP Irwandi mengatakan, korban tewas masih belum diketahui identitasnya.Dua korban tewas di lokasi kejadian berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan usia diatas 30 tahun. Sedangkan dua korban tewas lainnya yang meninggal dunia setelah dilarikan ke RSUD Indramayu merupakan anak-anak. Dua korban tewas tersebut sempat dilarikan ke RSUD Indramayu.Namun karena kondisinya kritis, nyawa tidak dapat tertolong.
"Kita masih terus mendalami dan memeriksa saksi-saksi. Sopir elf telah kita kantongi identitasnya, meski saat ini masih buron," katanya.
(azh)