Syiar Muslim Tionghoa di Makassar

loading...
Syiar Muslim Tionghoa di Makassar
Syiar Muslim Tionghoa di Makassar
PERSATUAN Islam Tionghoa Indonesia (PITI) terus memperlihatkan eksistensinya dalam syiar Islam di Kota Makassar.

Saat ini, PITI mendirikan masjid berlantai dua di atas tanah seluas 3.000 meter persegi di Jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa.

Selain sebagai tempat ibadah sebagaimana fungsinya saat ini, rencananya dalam kompleks masjid yang diberi nama Cheng Ho itu kelak akan dibangun sebuah pusat dakwah dan pembelajaran Islam.

“Nanti di tempat ini akan dilengkapi dengan bangunan yang berfungsi sebagai tempat kajian keislaman seperti ketauhidan. Selain itu akan ada rumah tahfiz dan tempat bagi kaum muallaf,” ungkap Ketua PITI Sulsel John Adam Kepada KORAN SINDO di Masjid Cheng Ho belum lama ini.

Masjid ini cukup unik. Dibangun berlantai dua yang mampu menampung 600 jamaah. Selain dilengkapi kubah layaknya masjid, atap Cheng Ho dibuat berbentuk klenteng. Ini sebagai penanda dua identitas, Tionghoa dan Muslim dalam satu atap.

Namun, segala fasilitas di kompleks Masjid Cheng Ho lanjut dia, tidak sebatas bagi kalangan muslim Tionghoa saja, akan tetapi bisa dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat muslim.

Saat ini, masjid tersebut telah terpakai untuk saalat lima waktu, buka puasa, salat Jumat hingga salat tarawih. Rencananya pada Idul Fitri kali ini, sudah akan digunakan untuk Salat Id.

Menurut John, pembangunan Masjid Cheng Ho merupakan bentuk perwujudan silaturahim yang ingin dibangun kepada semua saudara sesama muslim tanpa mengenal batasan suku maupun etnis tertentu.

“Kami bahkan mengislamkan dan menerima muallaf bukan dari etnis Tionghoa saja tapi ada yang dari Toraja dan Palu. Dan karena wilayah masjid ini strategis, kami berharap bisa dimanfaatkan oleh banyak masyarkat baik dari Makassar atau kabupaten Gowa,”jelasnya.

Di negara asal mereka, China, agama Islam telah dikenal sejak abad ketujuh pada masa kekuasan Dinasti Tang, ketika seorang duta Khalifah III Usman bin Affan, Saad Ibnu Abi Wakkas, yang masih kerabat Nabi Muhammad SAW berkunjung ke Cina.

Sa'ad diterima oleh Kaisar China tanggal 25 Agustus 650 M bertepatan, 2 Muharram 31 H. Utusan tersebut memperkenalkan kepada Kaisar tentang negeri Arab dan agama Islam yang dianut oleh penduduknya. Saat itulah dicatat sebagai awal kelahiran Islam di China.

Di Sulawesi Selatan sendri, kebanyakan masyarakat Tionghoa Muslim di Indonesia adalah muallaf. Sebelum memeluk agama Islam mereka menganut agama lain seperti Konghucu, Budha, ataupun Kristen. Mereka memeluk Islam setelah melalui proses pembelajaran terhadap sendi-sendi agama Islam sehingga mereka memutuskan berganti agama menjadi seorang muslim.

Saat ini, muslim Tionghoa sudah ada ribuan. Sedikitnya 400 jumlah keluarga yang terdaftar dalam keanggotaan. Setiap seminggu sekali mereka berkumpul untuk melakukan pengajian dan pendalaman keislaman baik di mesjid Cheng Ho ataupun di sekretariat PITI di mushalla STIK Handayani di Jalan Baji Dakka. Setiap bulannya komunitas ini pun sellau bertambah.

“Alhamdulillah selalu saja ada teman-teman yang mendapat hidayah. Dalam sebulan kami selalu mengislamkan dua sampai empat orang,” tutupnya.
(hyk)
preload video