Kisah Wanita Thawaf Telanjang dan Turunnya Ayat Berpakaian Terbaik Masuk Masjid

Kamis, 19 Januari 2023 - 19:49 WIB
"Setelah tahun ini tidak boleh seorang musyrik pun yang melaksanakan haji dan tidak boleh thawaf di Ka'bah dengan telanjang (tanpa busana." (HR Al-Bukhari)

Pakaian Terbaik

Mengutip tafsir Kemenag, yang dimaksud dengan memakai "zinah" ialah memakai pakaian terbaik yang menutupi aurat dengan memenuhi syarat-syarat hijab. Lebih utama lagi kalau pakaian itu bersih dan indah yang dapat menambah keindahan seseorang dalam beribadah kepada Allah. Sebagaimana seseorang berdandan memakai pakaian indah ke tempat undangan, pesta dan lain-lain, maka berpakaian terbaik ke masjid-masjid lebih pantas lagi, bahkan lebih utama.

Jika seseorang hanya mempunyai pakaian selembar, cukup untuk menutupi auratnya dalam beribadah, itu pun memadai. Tetapi jika mempunyai pakaian banyak, maka lebih utama kalau ia memakai yang bagus.

Diriwayatkan dari Hasan radhiyallahu 'anhu, cucu Rasulullah SAW, bahwa apabila ia hendak mengerjakan sholat, ia memakai pakaian sebagus-bagusnya. Ketika beliau ditanya orang dalam hal tersebut, Hasan menjawab: "Allah itu indah, suka kepada keindahan, maka saya memakai pakaian yang bagus."

Dalam Islam, masjid menempati kedudukan tinggi sebagai tempat terbaik dan mulia. Kata Masjid sendiri disebutkan sebanyak 28 kali dalam Al-Qur'an. Menurut Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an (2000), kata masjid terambil dari akar kata Sajada-Sujud, yang berarti patuh, taat, serta tunduk dengan penuh hormat dan ta'zhim.

Karena itu, hendaknya seorang muslim yang berada di dalam masjid memperhatikan adabnya. Di antaranya berpakaian terbaik. Berdoa ketika hendak memasukinya. Mendahulukan kaki kanan saat memasukinya. Menjaga badan dan mulut dari bau yang tidak sedap. Memakai wewangian. Menjaga diri dari hal-hal yang mungkar dan masih banyak lainnya.

Dalam ayat ini, Allah juga mengatur urusan makan dan minum. Kalau pada masa Jahiliyah, manusia yang mengerjakan haji hanya makan makanan yang mengenyangkan saja. Tidak makan makanan yang sehat yang dapat menambah gizi dan vitamin, maka dengan turunnya ayat ini, makanan harus disempurnakan gizinya dan diatur waktu menyantapnya. Dengan begitu manusia akan lebih kuat mengerjakan ibadah.

Baca Juga: 12 Adab Ketika di Masjid, Yuk Perhatikan!

Wallahu A'lam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!