Surat Al-Araf Ayat 145 dan 154, tentang 10 Firman dan Taurat
Kamis, 02 Februari 2023 - 17:32 WIB
Menurut suatu pendapat, luh-luh itu diberikan kepada Musa sebelum dia menerima kitab Taurat. Foto/Ilustrasi: Ist
Prof HS Tharick Chehab dalam bukunya berjudul "Al-Kitab (Bible), Sejarah Terjadinya dan Perkembangannya Serta Hal-hal yang Bersangkutan", (Mutiara Jakarta) menelaah 10 Firman dan Taurat Saduran Post Musa. Hal tersebut bisa dijumpai di dalam kitab suci Al-Quran surat Al-A’raf ayat 145 dan 154. Allah SWT berfirman:
وَكَتَبْنَا لَهٗ فِى الْاَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَّوْعِظَةً وَّتَفْصِيْلًا لِّكُلِّ شَيْءٍۚ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَّأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوْا بِاَحْسَنِهَا ۗسَاُورِيْكُمْ دَارَ الْفٰسِقِيْنَ
145. Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal; maka (Kami berfirman), “Berpegangteguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu berpegang kepadanya dengan sebaik-baiknya, Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik.” ( QS Al-Araf : 145)
وَلَمَّا سَكَتَ عَنْ مُّوْسَى الْغَضَبُ اَخَذَ الْاَلْوَاحَۖ وَفِيْ نُسْخَتِهَا هُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلَّذِيْنَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُوْنَ
154. Dan setelah amarah Musa mereda, diambilnya (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu; di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya.( QS Al-Araf : 145)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebut bahwa menurut suatu pendapat, luh-luh itu diberikan kepada Musa sebelum dia menerima kitab Taurat. "Pada garis besarnya luh-luh tersebut merupakan pengganti bagi Musa dari permohonan yang dia mintakan untuk dapat melihat Allah, lalu Allah SWT melarangnya," ujar Ibnu Katsir.
Baca juga: Kisah Nabi Yosua Dituduh Membunuh Nabi Musa
Bijbel Wasiat
Lalu, bagaimana di Bible? Tharick Chehab mengatakan menurut para scholar lagi theolog, saduran Sepuluh Firman atau Decalogue yang tersurat dalam Kitab Ulangan 5: 6-22 dari Bijbel Wasiat yang Lama (Kitab sucinya Ummat Yahudi dan Kristen) ditemukan dalam Kitab Ulangan. Pada masa itu belum setebal yang dikenal orang sekarang, di Mesjid Al-Aqsa (Bait Al-Maqdis) oleh Imam Besar Hilkia dan dimaklumatkan oleh Yosia, raja Yuda pada tahun 621 SM.
"Ini lebih dari 600 tahun sesudah Nabi Musa as. Memang miharab mesjid senantiasa, hingga kini, merupakan perpustakaan Kitab-kitab Suci," ujarnya.
Menurut pendapat para sarjana, saduran Sepuluh Firman yang termuat dalam Kitab Keluaran 20:1 - 17, nyatalah "suatu yang diselipkan," yang ditulisnya sesudah tahun 500 SM. Bunyi Kitab Keluaran 32:19 "... maka, bernyalalah amarah Musa, lalu dicampakkannya kedua loh batu dari dalam tangannya, dipecahkannya pada kaki bukit itu."
وَكَتَبْنَا لَهٗ فِى الْاَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَّوْعِظَةً وَّتَفْصِيْلًا لِّكُلِّ شَيْءٍۚ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَّأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوْا بِاَحْسَنِهَا ۗسَاُورِيْكُمْ دَارَ الْفٰسِقِيْنَ
145. Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal; maka (Kami berfirman), “Berpegangteguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu berpegang kepadanya dengan sebaik-baiknya, Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik.” ( QS Al-Araf : 145)
وَلَمَّا سَكَتَ عَنْ مُّوْسَى الْغَضَبُ اَخَذَ الْاَلْوَاحَۖ وَفِيْ نُسْخَتِهَا هُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلَّذِيْنَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُوْنَ
154. Dan setelah amarah Musa mereda, diambilnya (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu; di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya.( QS Al-Araf : 145)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebut bahwa menurut suatu pendapat, luh-luh itu diberikan kepada Musa sebelum dia menerima kitab Taurat. "Pada garis besarnya luh-luh tersebut merupakan pengganti bagi Musa dari permohonan yang dia mintakan untuk dapat melihat Allah, lalu Allah SWT melarangnya," ujar Ibnu Katsir.
Baca juga: Kisah Nabi Yosua Dituduh Membunuh Nabi Musa
Bijbel Wasiat
Lalu, bagaimana di Bible? Tharick Chehab mengatakan menurut para scholar lagi theolog, saduran Sepuluh Firman atau Decalogue yang tersurat dalam Kitab Ulangan 5: 6-22 dari Bijbel Wasiat yang Lama (Kitab sucinya Ummat Yahudi dan Kristen) ditemukan dalam Kitab Ulangan. Pada masa itu belum setebal yang dikenal orang sekarang, di Mesjid Al-Aqsa (Bait Al-Maqdis) oleh Imam Besar Hilkia dan dimaklumatkan oleh Yosia, raja Yuda pada tahun 621 SM.
"Ini lebih dari 600 tahun sesudah Nabi Musa as. Memang miharab mesjid senantiasa, hingga kini, merupakan perpustakaan Kitab-kitab Suci," ujarnya.
Menurut pendapat para sarjana, saduran Sepuluh Firman yang termuat dalam Kitab Keluaran 20:1 - 17, nyatalah "suatu yang diselipkan," yang ditulisnya sesudah tahun 500 SM. Bunyi Kitab Keluaran 32:19 "... maka, bernyalalah amarah Musa, lalu dicampakkannya kedua loh batu dari dalam tangannya, dipecahkannya pada kaki bukit itu."
Lihat Juga :