7 Fakta Isra Miraj yang Wajib Diketahui, Salah Satunya Diperjalankan dengan Buraq

Rabu, 15 Februari 2023 - 17:25 WIB
3. Terjadi di Bulan Rajab yang Mulia

Hampir seluruh ahli tafsir berpendapat bahwa peristiwa Isra' terjadi setelah Nabi Muhammad diutus menjadi Rasul. Peristiwanya terjadi satu tahun sebelum hijrah. Demikian menurut Imam az-Zuhri, Ibnu Sa'ad, dan lain-lainnya. Imam An-Nawawi juga memastikan demikian.

Menurut Ibnu hazm, peristiwa Isra' itu terjadi di bulan Rajab tahun ke-12 setelah pengangkatan Muhammad menjadi Nabi. Ada yang menyebut di Tahun 10 kenabian. Sedangkan Al-hafidh 'Abdul Gani al-Maqdisi memilih pendapat yang mengatakan bahwa Isra' dan Mi'raj terjadi pada 27 Rajab, dengan alasan pada waktu itulah masyarakat melaksanakannya.

4. Perjalanan di Tahun Duka

Allah memperjalankan Nabi Muhammad SAW Isra Miraj pada tahun duka. Ketika itu kaumnya memusuhi beliau dan memeranginya secara zalim. Abu Tholib sang paman yang membelanya dan Sayyidah Khadijah sang istri tercinta yang setia menghiburnya. Tepat 10 tahun dari masa kenabian keduanya dipanggil oleh Allah pada saat yang sangat berdekatan.

Kesedihan yang dialami Rasulullah SAW tahun itu dinamakan tahun kesedihan atau amul huzni (tahun duka cita). Sekembalinya ke Mekkah dari Thoif yang juga mendapatkan pengusiran, Allah memanggil beliau untuk melakukan perjalanan Isra dan Mi'raj. Peristiwa ini terjadi malam Senin 27 Rajab satu tahun sebelum Hijrah ke Madinah sebagaimana pendapat yang masyhur.

5. Malaikat Jibril Membelah Dada Nabi Muhammad SAW

Tatkala Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail samping Ka'bah, datanglah Jibril dan Mikail serta bersamanya Malaikat yang lain yaitu Isrofil. Para Malaikat membawa Rasulullah ke sumur Zamzam dan melentangkannya. Di riwayat lain, saat Rasulullah sedang tidur di rumahnya, terbuka atap rumah Nabi dan turunlah Jibril untuk membelah bagian atas dada mulia Nabi, hingga bawah perutnya.

Jibril berkata kepada Mikail: "Berikanlah aku semangkok air Zamzam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya". Lalu dia keluarkan hatinya dan membasuhnya hingga tiga kali dan mencabut apa-apa yang mengganggu hatinya. Datanglah Mikail membawa tiga mangkok air Zamzam, lalu didatangkan satu mangkok dari emas yang penuh dengan hikmah dan iman lalu menuangkanya ke dada Rasulullah SAW dan memenuhinya dengan kebijaksanaan dan keilmuan lalu keyakinan serta keislaman. Setelah itu dirapatkan kembali dada Rasulullah SAW dan menstempelnya dengan stempel Nubuwah.

6. Diperjalankan dengan Buraq
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!