Anjuran Membaca Doa Qunut dalam Sholat Witir Bulan Ramadan

Rabu, 15 Maret 2023 - 23:11 WIB
Ulama Syafi'iyah berpendapat bahwa Qunut itu dibaca setelah Ruku pada akhir sholat Witir pertengahan bulan Ramadan. Imam Rafi'i mengatakan: "Membaca Qunut pada shalat witir dimakruhkan menurut perkataan yang kuat dari imam Syafi'i sebelum masa akhir-akhir Ramadhan. Pendapat ini bersumber dari riwayat Abu Dawud dan Baihaqi bahwa Ubay bin Ka'ab dan juga riwayat lain dari para Sahabat dan Tabi'in.

Dari 'Amr bin Hasan, bahwasanya Umar menyuruh Ubay bin Ka'ab mengimami sholat (Tarawih) pada bulan Ramadan, dan beliau menyuruh Ubay bin Ka'ab untuk melakukan Qunut pada pertengahan Ramadan yang dimulai pada malam 16 Ramadan. Namun dalam Kitab Al-Mausu'ah Fiqhiyah al-Kuwaitiyah jilid ke-34 pada halaman 64 disebutkan adanya pendapat sebagian ulama Syafi'iyah bahwa Qunut witir dilakukan awal bulan Ramadan.

Mengenai tata caranya, menurut Mazhab Syafi'i, Qunut witir sebagaimana Qunut Subuh, dibaca pada waktu setelah bangkit dari ruku' pada rakaat terakhir. Pendapat Syafi'iyah ini diketahui sebagaimana yang dipegang oleh sahabat Ali, Ibnu Umar menurut suatu riwayat, Uyainah, Nafi dan lainnya.

4. Mazhab Hanbali

Ulama Hanabilah -sebagaimana ulama Hanafiyah- berpendapat bahwa doa Qunut dalam sholat witir dibaca sepanjang tahun, tidak hanya pada waktu bulan ramadhan saja. Hanya saja mengenai waktu membacanya, Mazhab ini sama dengan dengan Syafi'i yakni sesudah bangkit dari Ruku. Namun bila dibaca sebelum ruku menurut mazhab ini juga dibolehkan.

Bacaan Qunut dalam Witir

Para ulama berbeda pendapat mengenai bacaan Qunut dalam sholat witir. Hal ini karena memang ditemukan adanya beberapa riwayat dalam hadits-hadits mengenai lafaznya. Berikut di antaranya :

اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِل مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ , فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ ,اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ ,وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ, وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ


Allahummahdina fiiman hadait, wa 'aafina fiiman 'aafait, wa tawallana fiimantawallait, wa baariklana fiimaa aktoit, wa qina syarramaa qadhait, Fainnakataqdhi walayuqdha alaik, wa innahu layadzillu mawwalait, wa la ya idzuman aadait, Tabarakta Robbanaa wata 'aalait, Falakal hamdu alamaa qadhait, Astagfiruka wa atuubu ilaik, Wa shallalloohu ala Sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil Ummiyyi wa 'ala Aalihi wa shahbihi wasallam.

Baca Juga: Doa Qunut Witir dan Keutamaan Membacanya
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!