Dahsyatnya Keutamaan Waktu Sahur dan Subuh, Begini Penjelasan

Sabtu, 25 Maret 2023 - 04:02 WIB
Dalam Islam, ada 2 waktu yang penuh limpahan berkah yakni waktu sahur dan waktu subuh. Di dua waktu ini, Allah Taala turunkan rahmatnya kepada hamba-hambanya, maka berdoa dan berzikirlah karena waktu ini sangat mustajab. Foto ilustrasi/ist
Dahsyatnya keutamaan waktu sahur dan subuh banyak dijelaskan dari berbagai riwayat hadis. Dua waktu tersebut, dalam Islam disebutkan sebagai waktu yang penuh limpahan keberkahan. Kenapa demikian?

1. Waktu sahur

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً


“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.”(HR Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Berkah Sahur: Mendapat Salawat dari Allah dan Malaikat

Yang dimaksud berkah adalah turunnya dan tetapnya kebaikan dari Allah pada sesuatu. Berkah bisa mendatangkan kebaikan dan pahala, bahkan bisa mendatangkan manfaat dunia dan akhirat. Namun patut diketahui bahwa keberkahan itu datangnya dari Allah yang hanya diperoleh jika seorang hamba menaati-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ


”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)

Salat qiyaumul lail termasuk dalam sebuah keberkahan, seseorang ketika bulan Ramadan rajin melakukannya namun ketika bulan Ramadhan usai maka tidak melakukannya lagi, bukan hanya salat malam saja namun amalan-amalan lain yang dikerjakan pada bulan Ramadan. Karena hal demikian bisa jadi berpotensi jika amalan seseorang tidak diterima.

Para ulama mengatakan, di antara tanda diterima kebaikan amal adalah kebaikan setelahnya.Jangan sampai amalan-amalan yang telah dilakukan hanya sia-sia bagai debu yang beterbangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!