Ramadhan di Amerika, Suara Azan dan Mempercantik Rumah
Rabu, 29 April 2020 - 04:06 WIB
Ramadhan tahun ini memang menjadi ujian bagi umat Islam di seluruh dunia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, umat Islam harus menjalani Ramadhan di rumah.
Begitu memasuki Ramadhan, keluarga Muslim di AS mulai mendekorasi rumah. Mereka membangun suasa baru tempat tinggal mereka agar suasana Ramadhan benar-benar terasa di rumah.
Mendekorasi rumah pada bulan Ramadhan adalah tradisi umum bagi umat Islam di AS. Hanya saja, tahun ini menjadi lebih penting karena aktivitas ibadah di bulan suci ini akan dihabiskan di rumah. Keluarga Muslim memahami nilai dalam mengolah ruangan di rumah mereka yang melambangkan kehadiran Ramadhan.
Cara menghiasi rumah dapat menentukan suasana hati mereka. “Ketika cucu perempuan saya yang berumur dua tahun melihat apa yang diciptakan ibunya di rumah, dia tidak bisa mengatakan apa pun kecuali Allahu Akbar, yang hanya menegaskan bahwa dunia adalah masjid kita,” kata Mumina Ali.
Selain mengatur kembali ruang untuk salat, keluarga dipaksa untuk memeriksa peran dan kewajiban mereka di rumah.
“Ramadhan ini kali memang berbeda. Kita tidak akan bersama di masjid," kata Shaza Khan. “Keluarga kami duduk bersama berusaha mencari tahu bagaimana kami akan melakukan tarawih di rumah. Kami memutuskan bahwa kedua putra kami akan menjadi imam tarawih. Ini akan menjadi Ramadhan yang berbeda. Dan saya pikir itu tidak semuanya buruk,” lanjutnya.
Ramadhan mengilhami kita untuk berpikir di luar amal ibadah kita untuk menciptakan kenangan yang bermakna yang akan bertahan seumur hidup.
Bagi orangtua dari anak-anak, kegiatan Ramadhan sangat penting untuk membantu memfasilitasi pemahaman dasar dan pemahaman konsep kerohanian selama Ramadhan.
Muslim Amerika membagikan kisah inspirasional, gambar, dan kisah kegiatan mereka selama beberapa hari di bulan yang diberkahi ini.
“Saya menciptakan ruang untuk kegiatan anak-anak saya selama bulan Ramadhan. Kami telah menciptakan kerajinan tangan dan kami akan mendata amalan ibadah kami di rumah tangga menggunakan toples berwarna,” kata Kamilah Naim kepada AboutIslam.net.
Begitu memasuki Ramadhan, keluarga Muslim di AS mulai mendekorasi rumah. Mereka membangun suasa baru tempat tinggal mereka agar suasana Ramadhan benar-benar terasa di rumah.
Mendekorasi rumah pada bulan Ramadhan adalah tradisi umum bagi umat Islam di AS. Hanya saja, tahun ini menjadi lebih penting karena aktivitas ibadah di bulan suci ini akan dihabiskan di rumah. Keluarga Muslim memahami nilai dalam mengolah ruangan di rumah mereka yang melambangkan kehadiran Ramadhan.
Cara menghiasi rumah dapat menentukan suasana hati mereka. “Ketika cucu perempuan saya yang berumur dua tahun melihat apa yang diciptakan ibunya di rumah, dia tidak bisa mengatakan apa pun kecuali Allahu Akbar, yang hanya menegaskan bahwa dunia adalah masjid kita,” kata Mumina Ali.
Selain mengatur kembali ruang untuk salat, keluarga dipaksa untuk memeriksa peran dan kewajiban mereka di rumah.
“Ramadhan ini kali memang berbeda. Kita tidak akan bersama di masjid," kata Shaza Khan. “Keluarga kami duduk bersama berusaha mencari tahu bagaimana kami akan melakukan tarawih di rumah. Kami memutuskan bahwa kedua putra kami akan menjadi imam tarawih. Ini akan menjadi Ramadhan yang berbeda. Dan saya pikir itu tidak semuanya buruk,” lanjutnya.
Ramadhan mengilhami kita untuk berpikir di luar amal ibadah kita untuk menciptakan kenangan yang bermakna yang akan bertahan seumur hidup.
Bagi orangtua dari anak-anak, kegiatan Ramadhan sangat penting untuk membantu memfasilitasi pemahaman dasar dan pemahaman konsep kerohanian selama Ramadhan.
Muslim Amerika membagikan kisah inspirasional, gambar, dan kisah kegiatan mereka selama beberapa hari di bulan yang diberkahi ini.
“Saya menciptakan ruang untuk kegiatan anak-anak saya selama bulan Ramadhan. Kami telah menciptakan kerajinan tangan dan kami akan mendata amalan ibadah kami di rumah tangga menggunakan toples berwarna,” kata Kamilah Naim kepada AboutIslam.net.
Lihat Juga :