Mengenakan Pakaian Terbaik di Hari Raya Termasuk Sunah Nabi SAW

Kamis, 20 April 2023 - 17:01 WIB
Budaya baju baru di hari raya sudah berkembang di zaman Rasulullah SAW. Foto/Ilustrasi: Ist
Seorang muslim dianjurkan mempersiapkan hari raya dengan pakaian yang terbaik dan mengunjungi teman-temannya dan kerabatnya dalam kondisi terbaik dengan aroma wangi. Hal ini termasuk wujud kegembiraan dan kesenangan dengan datangnya hari nan fitri.

Ibnul Qayyim dalam “Zadul Ma’ad” menjelaskan Nabi SAW memakai pakaiannya yang paling bagus untuk keluar (melaksanakan salat) pada hari Idulfitri dan Iduladha. Beliau memiliki perhiasan yang biasa dipakai pada dua hari raya itu dan pada hari Jum’at. Sekali waktu beliau memakai dua burdah (kain bergaris yang diselimutkan pada badan) yang berwarna hijau, dan terkadang mengenakan burdah berwarna merah, namun bukan merah murni sebagaimana yang disangka sebagian manusia, karena jika demikian bukan lagi namanya burdah. Tapi yang beliau kenakan adalah kain yang ada garis-garis merah seperti kain bergaris dari Yaman”.

Baca juga: 25 Ucapan Lebaran Idulfitri 2023 yang Bisa Digunakan untuk Keluarga atau Teman

Dari Ibnu Umar ra , ia berkata: Umar mengambil sebuah jubah dari sutera tebal yang dijual di pasar, lalu ia datang kepada Rasulullah dan berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْتَعْ هَذِهِ الْحُلَّةَ فَتَجَمَّلْ بِهَا لِلْعِيدِ وَلِلْوُفُودِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا هَذِهِ لِبَاسُ مَنْ لَا خَلَاقَ لَهُ أَوْ إِنَّمَا يَلْبَسُ هَذِهِ مَنْ لَا خَلَاقَ لَهُ فَلَبِثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَرْسَلَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِجُبَّةِ دِيبَاجٍ فَأَقْبَلَ بِهَا عُمَرُ حَتَّى أَتَى بِهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْتَ إِنَّمَا هَذِهِ لِبَاسُ مَنْ لَا خَلَاقَ لَهُ أَوْ إِنَّمَا يَلْبَسُ هَذِهِ مَنْ لَا خَلَاقَ لَهُ ثُمَّ أَرْسَلْتَ إِلَيَّ بِهَذِهِ فَقَالَ تَبِيعُهَا أَوْ تُصِيبُ بِهَا بَعْضَ حَاجَتِكَ

“Ya Rasulullah, belilah jubah ini agar engkau dapat berdandan dengannya pada hari raya dan saat menerima utusan. Rasulullah SAW bersabda kepada Umar: ’Ini adalah pakaiannya orang yang tidak mendapat bahagian (di akhirat-pent)’. Maka Umar tinggal sepanjang waktu yang Allah inginkan. Kemudian Rasulullah SAW mengirimkan kepadanya jubah sutera. Umar menerimanya lalu mendatangi Rasulullah SAW. Ia berkata : ‘Ya Rasulullah, engkau pernah mengatakan: ‘Ini adalah pakaiannya orang yang tidak mendapat bahagian’, dan engkau telah mengirimkan padaku jubah ini’. Rasulullah SAW bersabda kepada Umar: ’Juallah jubah ini atau engkau penuhi kebutuhanmu dengannya“. (HR Bukhari dan Muslim )

Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi SAW tidak memungkiri berhias untuk hari raya, akan tetapi beliau memberitahukan bahwa memakai jubah ini diharamkan karena ia terbuat dari sutera.

“Dengan demikian dapat diketahui bahwa berhias pada hari raya adalah termasuk budaya yang telah dikenal di tengah mereka. Nabi SAW tidak mengingkarinya, maka berarti diketahui bahwa itu merupakan ketetapannya,” tulis As-Sindi dalam Kitab Hasyiyah (penjelasan) sunan Nasa’i, 3/181.

Baca juga: 7 Tradisi Unik Lebaran Idulfitri di Berbagai Negara, Ada yang Beri Makan Fakir Miskin Secara Diam-diam

Syekh Ibnu Jibrin dalam Fatawa Syekh Ibnu Jibrin mengatakan, untuk menghadiri salat Id terdapat (amalan) sunnah dan anjuran yang banyak. Di antaranya, berhias dan memakai pakaian yang terbaik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!