10 Hal yang Patut Diketahui Seputar Puasa Sunnah Syawal
Kamis, 27 April 2023 - 07:35 WIB
والأفضل أن تصام الست متوالية عقب يوم الفطر
Artinya: "Yang afdhal (utama) adalah berpuasa enam hari berturut-turut selepas hari raya Idul Fitri." [Syarah Shahih Muslim (8/56)]
Kalangan Hanabilah (Mazhab Hanbali) berpendapat tidak ada kesunnahan puasa Syawal dikerjakan berurutan. Jadi menurut mazhab ini berurutan atau berpencar-pencar puasanya, sama saja. Kalangan Hanafiyyah justru bertentangan dengan pendapat Syafi'iyyah, mereka mengatakan afdhalnya puasa Syawal dikerjakan secara terpisah-pisah.
Tentu yang paling ekstrem adalah pendapat kalangan Malikiyyah. Mereka menganggap puasa Syawal baik dikerjakan berurutan atau terpisah sama saja hukumnya makruh. Karena sejak awal madzhab ini berpendapat bahwa puasa Syawal hukumnya makruh. [Al Mausu’ah Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah (28/92)]
7. Apakah Harus Qada Puasa Ramadan dulu Baru Puasa Syawal?
Tidak ada satupun ulama yang berpendapat bahwa untuk keabsahan puasa Syawal harus qadha puasa Ramadhan terlebih dahulu. Jadi boleh saja puasa Syawal meskipun punya hutang puasa Ramadhan. [Syarhu Nawawi lil Muslim (8/23)]
8. Mana yang Utama, Puasa Syawal atau Qadha Puasa Ramadhan Dulu?
Yang afdhal menurut jumhur ulama adalah qadha (membayar) puasa Ramadhan yang terutang terlebih dahulu. Karena mendahulukan yang wajib dari yang sunnah itu lebih diutamakan.
9. Bolehkah Puasa Syawal Sekaligus Berniat Mengqada Puasa Ramadhan?
Mayoritas ulama tidak membolehkan. Hal ini karena ibadah wajib tidak bisa digabung dengan ibadah lainnya baik yang sunnah, ataupun yang hukumnya wajib. Hukum qadha Ramadhan adalah wajib. [Al Fiqh al Islami wa Adillatuhu (1/158), Majmu' asy Syrahul Muhadzdzab (7/174)]
10. Bagaimana Kalau Puasa Syawal Sekaligus Niat Puasa Senin Kamis atau Puasa Sunnah Lainnya?
Boleh, menggabungkan ibadah sunnah dengan sunnah dibolehkan menurut jumhur ulama. [Ibid]
Niat Puasa 6 Hari Syawal
Nawaitu Shauma Ghadin 'Ansittatin Min Syawaali Sunnatan Lillaahi Ta'aala.
Artinya: "Aku niat puasa sunnah 6 Hari bulan Syawal karena Allah Ta'ala."
Demikian hal-hal yang perlu kita diketahui tentang puasa sunnah Syawal. Semoga bermanfaat.
Wallahu A'lam
Artinya: "Yang afdhal (utama) adalah berpuasa enam hari berturut-turut selepas hari raya Idul Fitri." [Syarah Shahih Muslim (8/56)]
Kalangan Hanabilah (Mazhab Hanbali) berpendapat tidak ada kesunnahan puasa Syawal dikerjakan berurutan. Jadi menurut mazhab ini berurutan atau berpencar-pencar puasanya, sama saja. Kalangan Hanafiyyah justru bertentangan dengan pendapat Syafi'iyyah, mereka mengatakan afdhalnya puasa Syawal dikerjakan secara terpisah-pisah.
Tentu yang paling ekstrem adalah pendapat kalangan Malikiyyah. Mereka menganggap puasa Syawal baik dikerjakan berurutan atau terpisah sama saja hukumnya makruh. Karena sejak awal madzhab ini berpendapat bahwa puasa Syawal hukumnya makruh. [Al Mausu’ah Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah (28/92)]
7. Apakah Harus Qada Puasa Ramadan dulu Baru Puasa Syawal?
Tidak ada satupun ulama yang berpendapat bahwa untuk keabsahan puasa Syawal harus qadha puasa Ramadhan terlebih dahulu. Jadi boleh saja puasa Syawal meskipun punya hutang puasa Ramadhan. [Syarhu Nawawi lil Muslim (8/23)]
8. Mana yang Utama, Puasa Syawal atau Qadha Puasa Ramadhan Dulu?
Yang afdhal menurut jumhur ulama adalah qadha (membayar) puasa Ramadhan yang terutang terlebih dahulu. Karena mendahulukan yang wajib dari yang sunnah itu lebih diutamakan.
9. Bolehkah Puasa Syawal Sekaligus Berniat Mengqada Puasa Ramadhan?
Mayoritas ulama tidak membolehkan. Hal ini karena ibadah wajib tidak bisa digabung dengan ibadah lainnya baik yang sunnah, ataupun yang hukumnya wajib. Hukum qadha Ramadhan adalah wajib. [Al Fiqh al Islami wa Adillatuhu (1/158), Majmu' asy Syrahul Muhadzdzab (7/174)]
10. Bagaimana Kalau Puasa Syawal Sekaligus Niat Puasa Senin Kamis atau Puasa Sunnah Lainnya?
Boleh, menggabungkan ibadah sunnah dengan sunnah dibolehkan menurut jumhur ulama. [Ibid]
Niat Puasa 6 Hari Syawal
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﻏَﺪٍ ﻋَﻦْ ِﺳﺘَﺔٍ ِﻣﻦْ ﺷَﻮَﺍﻝٍ ﺳُﻨَﺔً ِﻟﻠَﻪ ﺗَﻌَﺎﻟَﻲ
Nawaitu Shauma Ghadin 'Ansittatin Min Syawaali Sunnatan Lillaahi Ta'aala.
Artinya: "Aku niat puasa sunnah 6 Hari bulan Syawal karena Allah Ta'ala."
Demikian hal-hal yang perlu kita diketahui tentang puasa sunnah Syawal. Semoga bermanfaat.
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :