Sholat Dhuha dalam Pandangan Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari
Selasa, 06 Juni 2023 - 07:05 WIB
Syaikh Zayadi berkata, "Yang terkuat bahwa jumlah rakaat yang terbanyak shalat Dhuha yaitu delapan rakaat, sebagaimana diterangkan di dalam Kitab "Syarah Muhazzab" yang dinukil dan sebagian para fukaha."
Jika ditambah melebihi dari delapan rakaat disengaja dan tahu haramnya, maka shalat Dhuhanya tidak sah dan berubah menjadi shalat sunnah mutlak.
Sholat Dhuha dianjurkan dikerjakan dua rakaat dengan sekali salam karena Nabi sendiri mengerjakannya setiap dua rakaat sekali salam sebagaimana yang diterangkan oleh Imam Abu Dawud.
Sunnah dibaca pada rakaat pertama sesudah membaca Al-Fatihah adalah Surat asy-Syams dan rakaat kedua Surat Adh-Dhuha. Syaikh Ramli berkata dalam Kitabnya "Nihayah", disunnahkan membaca dalam shalat Dhuha Surat Al-Kafirun dan Surat Al-Ikhlas. Kedua sunnah ini lebih afdhal dari membaca Surah asy-Syams dan adh-Dhuha, sekalipun kedua surah ini juga di dalam Al-Qur'an.
Sebab, Surat Al-Ikhlas pahalanya sama dengan pahala membaca sepertiga Al-Qur'an, sedangkan Surat Al-Kafirun pahalanya sama dengan membaca seperempat Al-Qur'an.
Waktu mengerjakan sholat Dhuha sesudah matahari naik sekira setinggi segalah sampai dengan gelincir matahari. Inilah yang diyakinkan oleh Imam Rafi'i dan yang diterangkan oleh Imam Nawawi di dalam Kitab Majmu' dan Kitab Tahkik. Dan akhir waktunya sampai dengan gelincir matahari.
Syaikhul Islam berkata yang dimaksudkan dengan rembang (gelincir) matahari adalah dari ucapan Rafi'i, tetapi nenunda shalat Dhuha sampai matahari naik dan melebihi dari segalah adalah yang lebih baik.
Demikian pandangan Syaikh Muhammad Arsyah Al-Banjary dan beberapa ulama terkait sholat sunnah Dhuha. Semoga kita termasuk orang yang istiqamah mengerjakannya.
Baca Juga: Rahasia Sholat Dhuha dan Keutamaannya yang Luar Biasa
Jika ditambah melebihi dari delapan rakaat disengaja dan tahu haramnya, maka shalat Dhuhanya tidak sah dan berubah menjadi shalat sunnah mutlak.
Sholat Dhuha dianjurkan dikerjakan dua rakaat dengan sekali salam karena Nabi sendiri mengerjakannya setiap dua rakaat sekali salam sebagaimana yang diterangkan oleh Imam Abu Dawud.
Sunnah dibaca pada rakaat pertama sesudah membaca Al-Fatihah adalah Surat asy-Syams dan rakaat kedua Surat Adh-Dhuha. Syaikh Ramli berkata dalam Kitabnya "Nihayah", disunnahkan membaca dalam shalat Dhuha Surat Al-Kafirun dan Surat Al-Ikhlas. Kedua sunnah ini lebih afdhal dari membaca Surah asy-Syams dan adh-Dhuha, sekalipun kedua surah ini juga di dalam Al-Qur'an.
Sebab, Surat Al-Ikhlas pahalanya sama dengan pahala membaca sepertiga Al-Qur'an, sedangkan Surat Al-Kafirun pahalanya sama dengan membaca seperempat Al-Qur'an.
Waktu mengerjakan sholat Dhuha sesudah matahari naik sekira setinggi segalah sampai dengan gelincir matahari. Inilah yang diyakinkan oleh Imam Rafi'i dan yang diterangkan oleh Imam Nawawi di dalam Kitab Majmu' dan Kitab Tahkik. Dan akhir waktunya sampai dengan gelincir matahari.
Syaikhul Islam berkata yang dimaksudkan dengan rembang (gelincir) matahari adalah dari ucapan Rafi'i, tetapi nenunda shalat Dhuha sampai matahari naik dan melebihi dari segalah adalah yang lebih baik.
Demikian pandangan Syaikh Muhammad Arsyah Al-Banjary dan beberapa ulama terkait sholat sunnah Dhuha. Semoga kita termasuk orang yang istiqamah mengerjakannya.
Baca Juga: Rahasia Sholat Dhuha dan Keutamaannya yang Luar Biasa
(rhs)
Lihat Juga :