Kisah Umar bin Khattab dan Tangisan Bayi yang Mengubah Kebijakannya
Rabu, 07 Juni 2023 - 22:22 WIB
Demikianlah, tangis seorang bayi mengubah keputusan seorang kepala negara yang adil, Al-Faruq Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Kisah ini bersumber dari Kitab Al-Mausu'ah al Akhlaq wa Zuhd (1/379).
Dalam satu riwayat, Umar bin Khattab pernah berkata:
تَفَقَّهُوْا قَبْلَ أَنْ تُسَوَّدُوْا
Artinya: "Tafaqqahu (belajarlah agama) sebelum kalian menjadi pejabat (pemimpin)."
Ketika menjadi pemimpin, Umar bin Khattab juga tidak lepas dari kritik rakyatnya. Bahkan beliau pernah dikritik secara terbuka oleh seorang wanita tua. Ketika Umar menetapkan kebijakan pembatasan mahar, seorang wanita tua angkat bicara menolaknya, padahal Umar masih berdiri di atas mimbar.
"Wahai Amirul Mukminin, apakah engkau tidak mendengar firman Allah: 'Sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, Maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun..." (QS. An-Nisa ayat 20)
Mendengar itu, Sayyidina Umar langsung meralat keputusannya. Begitulah kebijaksanaan Umar saat menjadi pemimpin. Semoga Allah menghadirkan sosok Al-Faruq di tengah-tengah kita, pemimpin yang bisa memahami bahasa jeritan rakyatnya.
Baca Juga: Kisah Umar Melihat Seorang Ibu Memasak Batu Ketika Madinah Paceklik
Dalam satu riwayat, Umar bin Khattab pernah berkata:
تَفَقَّهُوْا قَبْلَ أَنْ تُسَوَّدُوْا
Artinya: "Tafaqqahu (belajarlah agama) sebelum kalian menjadi pejabat (pemimpin)."
Ketika menjadi pemimpin, Umar bin Khattab juga tidak lepas dari kritik rakyatnya. Bahkan beliau pernah dikritik secara terbuka oleh seorang wanita tua. Ketika Umar menetapkan kebijakan pembatasan mahar, seorang wanita tua angkat bicara menolaknya, padahal Umar masih berdiri di atas mimbar.
"Wahai Amirul Mukminin, apakah engkau tidak mendengar firman Allah: 'Sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, Maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun..." (QS. An-Nisa ayat 20)
Mendengar itu, Sayyidina Umar langsung meralat keputusannya. Begitulah kebijaksanaan Umar saat menjadi pemimpin. Semoga Allah menghadirkan sosok Al-Faruq di tengah-tengah kita, pemimpin yang bisa memahami bahasa jeritan rakyatnya.
Baca Juga: Kisah Umar Melihat Seorang Ibu Memasak Batu Ketika Madinah Paceklik
(rhs)
Lihat Juga :