Batas Waktu menyembelih Hewan Kurban pada Hari Raya Iduladha

Rabu, 21 Juni 2023 - 23:26 WIB
Batas waktu penyembelihan hewan kurban dijelaskan oleh Imam An Nawawi dalam Kitabnya Al-Majmu Syarh al-Muhadzdzab. Foto ilustrasi/ist
Batas waktu penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha perlu diketahui umat muslim. Adapun yang paling utama menyembelih hewan kurban yaitu dimulai saat matahari terbit setelah sholat Idul Adha.

Dalam buku "Fiqih Qurban Perspektif Mazhab Syafi'i" karya Ustaz Muhammad Ajib dijelaskan, hewan kurban sudah boleh disembelih ketika sudah terbit matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah yaitu setelah waktu mengerjakan sholat Ied dan 2 khutbah.

Walaupun pengkurban tidak ikut sholat Idhul Adha, hewan tersebut sudah boleh disembelih sebab waktunya sudah masuk. Pada intinya hewan kurban boleh disembelih pada tanggal 10 Dzulhijjah sampai tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah (hari tasyrik).

Adapun batas akhir waktu menyembelih kurban menurut nash-nash qoul Imam Syafi'i dan ulama Syafi'iyah adalah ketika terbenam matahari tanggal 13 Dzulhijjah. (Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab)

Andaikan seseorang baru punya uang pada tanggal 13 Dzulhijjah sore hari, kemudian membeli hewan kurban dan disembelih maka kurbannya tetap sah. Yang penting belum masuk waktu Maghrib tanggal 13 Dzulhijjah. Demikian keterangan Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab.

(rhs)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Handlalah bin Ali bahwa Mihjan bin Al Adra' telah menceritakan kepadanya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke dalam masjid, lalu beliau mendapati seorang laki-laki membaca tasyahud seusai shalat yang mengucapkan: Allahumma inni as'aluka Ya Allah Al Ahad As Shamad alladzii lam yalid wa lam yuulad walam yakul lahuu kufuwan ahad antaghfira lii dzunuubi innaka antal ghafuurur rakhiim (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, Dzat yang Maha Esa, Dzat yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, tiada beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia, semoga Engkau mengampuni dosa-dosaku, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  Maka beliau bersabda: Sungguh dosa-dosanya telah di ampuni, Sungguh dosa-dosanya telah di ampuni, Sungguh dosa-dosanya telah di ampuni.

(HR. Sunan Abu Dawud No. 835)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More