Prediksi Apokaliptik yang Meleset, Isaac Newton Meramal Kiamat Tahun 2060

Jum'at, 30 Juni 2023 - 05:26 WIB
Kapan kiamat akan tiba adalah merupakan rahasia Allah SWT. Foto/Ilustrasi: Ist
Percaya akan hari akhir adalah termasuk rukun iman yaitu yang kelima.Kaum beriman mempercayai adanya kiamat dan adanya kehidupan akhirat. Hanya saja, kapan kiamat akan tiba adalah merupakan rahasia Allah SWT.

Nah, sejumlah ilmuwan Islam maupun non-Islam sempat meramal kapan kiamat tiba. Hanya saja, sebagian sudah terbukti meleset.

Salah satu yang meramal itu adalah Isaac Newton. Ilmuwan ini mendasarkan interpretasinya pada studinya tentang Kitab Daniel. Menurut publikasi tahun 1704 yang dirilis oleh Hebrew University of Jerusalem, Isaac Newton mengklaim bahwa kiamat akan terjadi antara tahun 2060 dan 2100.

"Terbukti, publikasi ini tidak didasarkan pada karya ilmiah semata, seperti beberapa karya luar biasa dari ilmuwan besar ini," rilis laman marca.com.

Baca juga: Inilah Tanda-tanda Kiamat Besar dan Kiamat Kecil

Isaac Newton menafsirkan bahwa Tuhan menetapkan jangka waktu sekitar 6.000 tahun bagi kehidupan manusia untuk ada di Bumi dan itu akan berakhir dengan kunjungan kedua Yesus Kristus yang akan mengakhiri sejarah manusia seperti yang kita kenal.

Isaac Newton dikenal karena karyanya dalam sains, terutama untuk temuannya dalam fisika dan matematika, serta untuk mengembangkan teori gravitasi.

Hanya saja, dia juga memiliki obsesi untuk menafsirkan ramalan dan membuat perhitungan kapan itu mungkin terjadi di dunia nyata.

175 Prediksi Apokaliptik

Sementara itu The Statesman melansir dari daftar beberapa dari sekitar 175 prediksi apokaliptik yang nyatanya meleset. Berikut beberapa prediksi tersebut.

1. Ramalan Beatus dari Liebana yang menubuatkan Kedatangan Kedua Kristus dan akhir dunia pada 6 April 793 M. Ramalan rahib Spanyol ini meleset.

2. Michael Stifel, ahli matematika, menghitung bahwa Hari Penghakiman akan dimulai pada pukul 08.00 pada tanggal 19 Oktober 1533.

Baca juga: Ramalan Kiamat Nostradamus yang Ternyata Tidak Terbukti
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!