Kisah Orang Yahudi Bertanya Soal Roh, Ini Jawaban Al-Qur'an dan Hadis
Senin, 03 Juli 2023 - 07:30 WIB
Dalam Al-Qur'an perkataan roh sering diartikan dengan Malaikat Jibril seperti firman Allah berikut: "Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan." (QS asy-Syu'ara': 193-194)
3. Roh yang Ada Dalam Jasad Manusia
Roh yang dimaksud di sini adalah sumber kehidupan dari makhluk hidup. Menurut Jumhur Ulama, kata roh dalam ayat ini adalah roh yang ada dalam badan (nyawa). Firman Allah: "Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam." (QS al-Anbiya': 91)
Pendapat yang menyamakan roh dengan Nafs (roh/nyawa) ini adalah pendapat umhur ulama sesuai dengan sebab ayat ini diturunkan. "Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." (QS Al-Hijr ayat 29)
Roh Menurut Perspektif Hadis
Nabi Muhammad SAW menjelaskan hakikat roh dalam beberapa riwayat berikut:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
إِذَا خَرَجَتْ رُوحُ الْمُؤْمِنِ تَلَقَّاهَا مَلَكَانِ يُصْعِدَانِهَا
Artinya: "Apabila keluar roh seorang mukmin, maka dia akan diambil oleh dua Malaikat dan akan membawanya ke langit." (HR Muslim)
Kemudian Abu Hurairah berkata lagi, "Adapun orang kafir, jika keluar ruhnya." Hammad menyebutkan betapa busuknya dan bagaimana penduduk langit melaknat ruh tersebut. Berkata penduduk langit:
3. Roh yang Ada Dalam Jasad Manusia
Roh yang dimaksud di sini adalah sumber kehidupan dari makhluk hidup. Menurut Jumhur Ulama, kata roh dalam ayat ini adalah roh yang ada dalam badan (nyawa). Firman Allah: "Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam." (QS al-Anbiya': 91)
Pendapat yang menyamakan roh dengan Nafs (roh/nyawa) ini adalah pendapat umhur ulama sesuai dengan sebab ayat ini diturunkan. "Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." (QS Al-Hijr ayat 29)
Roh Menurut Perspektif Hadis
Nabi Muhammad SAW menjelaskan hakikat roh dalam beberapa riwayat berikut:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
إِذَا خَرَجَتْ رُوحُ الْمُؤْمِنِ تَلَقَّاهَا مَلَكَانِ يُصْعِدَانِهَا
Artinya: "Apabila keluar roh seorang mukmin, maka dia akan diambil oleh dua Malaikat dan akan membawanya ke langit." (HR Muslim)
Kemudian Abu Hurairah berkata lagi, "Adapun orang kafir, jika keluar ruhnya." Hammad menyebutkan betapa busuknya dan bagaimana penduduk langit melaknat ruh tersebut. Berkata penduduk langit:
Lihat Juga :