Kisah Orang Yahudi Bertanya Soal Roh, Ini Jawaban Al-Qur'an dan Hadis
Senin, 03 Juli 2023 - 07:30 WIB
رُوحٌ خَبِيثَةٌ جَاءَتْ مِنْ قِبَلِ الْأَرْضِ قَالَ فَيُقَالُ انْطَلِقُوا بِهِ إِلَى آخِرِ الْأَجَلِ
Artinya: "Roh yang busuk muncul dari bumi. Kemudian dikatakan lagi kepada dia: 'Bawalah roh yang busuk ini hingga batas yang terakhir." (HR Muslim)
Dari Barra' bin Azib, Rasulullah SAW bersabda dalam Hadis yang panjang: "Malaikat pemberi Rahmat berkata, 'Wahai roh yang baik yang bersemayam dalam jasad yang baik, keluarlah untuk menggapai Rahmat, meraih rezeki dan menuju Tuhan yang penuh dengan keridhoan." (HR Ibnu Majah)
Penjelasan Ulama Tentang Hakikat Roh
Di antara ulama ada yang mencoba mendalami hakikat roh itu. Di antaranya sebagai berikut:
1. Roh itu ialah semacam materi cahaya (jisim, nurani) yang turun ke dunia dari alam tinggi. Sifatnya berbeda dengan materi yang dapat dilihat dan diraba.
2. Roh itu mengalir dalam tubuh manusia, sebagaimana mengalirnya air dalam bunga, atau sebagaimana api dalam bara. Roh memberi kehidupan ke dalam tubuh seseorang selama tubuh itu sanggup dan mampu menerimanya, dan tidak ada yang menghalangi alirannya. Bila tubuh tidak sanggup dan mampu lagi menerima roh itu, sehingga alirannya terhambat dalam tubuh, maka tubuh itu menjadi mati.
Pendapat ini dikemukakan oleh ar-Razi dan Ibnul Qayyim. Sedangkan Imam al-Gazali dan Abu Qasim ar-Ragib al-Asfahani berpendapat bahwa roh itu bukanlah materi dan sesuatu yang berbentuk. Tetapi ia hanyalah sesuatu yang bergantung pada tubuh untuk mengurus dan menyelesaikan kepentingan-kepentingan tubuh.
Artinya: "Roh yang busuk muncul dari bumi. Kemudian dikatakan lagi kepada dia: 'Bawalah roh yang busuk ini hingga batas yang terakhir." (HR Muslim)
Dari Barra' bin Azib, Rasulullah SAW bersabda dalam Hadis yang panjang: "Malaikat pemberi Rahmat berkata, 'Wahai roh yang baik yang bersemayam dalam jasad yang baik, keluarlah untuk menggapai Rahmat, meraih rezeki dan menuju Tuhan yang penuh dengan keridhoan." (HR Ibnu Majah)
Penjelasan Ulama Tentang Hakikat Roh
Di antara ulama ada yang mencoba mendalami hakikat roh itu. Di antaranya sebagai berikut:
1. Roh itu ialah semacam materi cahaya (jisim, nurani) yang turun ke dunia dari alam tinggi. Sifatnya berbeda dengan materi yang dapat dilihat dan diraba.
2. Roh itu mengalir dalam tubuh manusia, sebagaimana mengalirnya air dalam bunga, atau sebagaimana api dalam bara. Roh memberi kehidupan ke dalam tubuh seseorang selama tubuh itu sanggup dan mampu menerimanya, dan tidak ada yang menghalangi alirannya. Bila tubuh tidak sanggup dan mampu lagi menerima roh itu, sehingga alirannya terhambat dalam tubuh, maka tubuh itu menjadi mati.
Pendapat ini dikemukakan oleh ar-Razi dan Ibnul Qayyim. Sedangkan Imam al-Gazali dan Abu Qasim ar-Ragib al-Asfahani berpendapat bahwa roh itu bukanlah materi dan sesuatu yang berbentuk. Tetapi ia hanyalah sesuatu yang bergantung pada tubuh untuk mengurus dan menyelesaikan kepentingan-kepentingan tubuh.
(rhs)
Lihat Juga :