Musibah dalam Kehidupan dan Cara Meresponsnya

Selasa, 18 Juli 2023 - 15:49 WIB
Ujian atau cobaan (musibah) secara umum bisa merupakan jalan penghapusan dosa-dosa. Dengan pandangan batin (iman) dihapuskannya dosa-dosa kita tidak dinilai menyakitkan. Justru dengan kesadaran batin tentang penghapusan dosa (pengampunan) ujian itu menjadi terasa indah dan manis.

Ujian atau cobaan (musibah) juga bisa dimaknai sebagai jalan Allah dalam mengangkat derajat seorang hambaNya. Ulul Azmi dari kalangan pada Rasulullah SAW diuji sedemikian rupa. Bukan karena dosa-dosa mereka. Tapi karena memang itulah cara Allah meninggikan derat mereka. Merekalah Rasul-Rasul Allah yang termulia.

Ujian atau cobaan (musibah) juga dapat dimaknai sebagai 'tadzkiran' (reminder) atau peringatan dari Allah sebelum terjadi musibah yang takkan lagi terselesaikan. Sebesar apapun musibah dunia ini, masih ada jalan penyelesaian dan berakhir. Tapi ketika ada yang salah (something wrong) yang terjadi pada kita dan kita dibiarkan saja, maka itulah musibah terbesar. Karena musibah itu akan membawa kepada musibah yang abadi.

Para akhirnya yang ingin saya sampaikan adalah bahwa tak ada seorang pun yang tidak akan menghadapi musibah (ujian/cobaan) dalam hidup dunia ini. Karena memang itulah tabiat kehidupan dunia. Karenanya permasalahan bukan pada ujiannya. Tapi bagaimana merespons warna/bentuk ujian yang terjadi dalam hidup dunia kita.

Respons seorang Mukmin tentunya berifat menyeluruh. Respons lahir dan juga respons batin. Jika Anda sakit responslah dengan pengobatan. Tapi lengkapi respons itu dengan pemahaman jika penyakit itu pasti ada hikmah untuk kebaikan dari Allah. Semoga!

NYC Subway, 17 Juli 2023

Baca Juga: Menjaga Silaturrahim Umat Bisa dengan Saling Mengunjungi
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!