Kisah Allah Taala Mengangkat Nabi Ibrahim sebagai Khalilullah pada 10 Muharam
Rabu, 19 Juli 2023 - 09:23 WIB
Pada bulan Muharam, tepatnya 10 Muharam, diyakini sebagai hari pembakaran Nabi Ibrahim as oleh Raja Namrudz. Foto/Ilustrasi: Ist
Pada bulan Muharam , tepatnya 10 Muharam, diyakini sebagai hari pembakaran Nabi Ibrahim as oleh Raja Namrudz . Ada juga yang mengatakan pada hari itu Allah mengangkat Nabi Ibrahim sebagai Khalilullah atau kekasih Allah Taala.
Pemberian gelar Khalilullah pada Nabi Ibrahim ini terabadikan dalam surat An-Nisa : 125:
Wa man aḥsanu dīnam mim man aslama waj-hahụ lillāhi wa huwa muḥsinuw wattaba'a millata ibrāhīma ḥanīfā, wattakhażallāhu ibrāhīma khalīlā
Artinya: "Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan-Nya."
Baca juga: Rasulullah SAW Mengakui Mirip Nabi Ibrahim
Terkait pembakaran Nabi Ibrahim, sejarawan Mesir, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menceritakan pada saat memutuskan akan menghukum bakar Nabi Ibrahim, Namrudz dan para pembantunya memperlihatkan kesombongannya.
Mereka berkata, “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak” ( QS 21 : 68).
Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di atau As-Si'di (1889 –1957) mengatakan bahwa, setelah Namrudz dan para pembantunya sepakat untuk membakar Ibrahim, dia memerintahkan untuk mengumpulkan kayu-kayu bakar dari gunung dengan diangkut oleh bagal.
Oleh karena itu, bagal diputuskan keturunannya oleh Allah. Mereka terus-menerus mengumpulkan kayu bakar hingga tiga bulan lamanya. Setelah kayu bakar itu terkumpul dan ditumpuk, mereka menyulutkan api ke tumpukan kayu bakar itu. Asapnya mengepul ke atas yang hampir saja membinasakan penduduk kota itu karena saking panasnya api dan kepulan asap.
Dalam situasi tersebut, sebagian orang ada yang bersembunyi ke liang-liang karena panasnya api. Api tersebut dinyalakan di sebuah kampung yang bernama Ghauthah. Panasnya api itu sampai ke Damaskus, Syam.
Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Mengajarkan Agama Tauhid
Mereka bingung bagaimana cara melemparkan Ibrahim ke api tersebut karena saking panasnya. Tidak ada seorangpun yang maju untuk melemparkan Ibrahim ke sana. Sehingga Iblis datang dalam bentuk seorang laki-laki. Dia berkata kepada mereka, “Aku akan membuat manjanik (semacam alat pelempar) untuk dipakai kalian melempar Ibrahim.”
Pemberian gelar Khalilullah pada Nabi Ibrahim ini terabadikan dalam surat An-Nisa : 125:
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَٱتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبْرَٰهِيمَ خَلِيلًا
Wa man aḥsanu dīnam mim man aslama waj-hahụ lillāhi wa huwa muḥsinuw wattaba'a millata ibrāhīma ḥanīfā, wattakhażallāhu ibrāhīma khalīlā
Artinya: "Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan-Nya."
Baca juga: Rasulullah SAW Mengakui Mirip Nabi Ibrahim
Terkait pembakaran Nabi Ibrahim, sejarawan Mesir, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menceritakan pada saat memutuskan akan menghukum bakar Nabi Ibrahim, Namrudz dan para pembantunya memperlihatkan kesombongannya.
Mereka berkata, “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak” ( QS 21 : 68).
Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di atau As-Si'di (1889 –1957) mengatakan bahwa, setelah Namrudz dan para pembantunya sepakat untuk membakar Ibrahim, dia memerintahkan untuk mengumpulkan kayu-kayu bakar dari gunung dengan diangkut oleh bagal.
Oleh karena itu, bagal diputuskan keturunannya oleh Allah. Mereka terus-menerus mengumpulkan kayu bakar hingga tiga bulan lamanya. Setelah kayu bakar itu terkumpul dan ditumpuk, mereka menyulutkan api ke tumpukan kayu bakar itu. Asapnya mengepul ke atas yang hampir saja membinasakan penduduk kota itu karena saking panasnya api dan kepulan asap.
Dalam situasi tersebut, sebagian orang ada yang bersembunyi ke liang-liang karena panasnya api. Api tersebut dinyalakan di sebuah kampung yang bernama Ghauthah. Panasnya api itu sampai ke Damaskus, Syam.
Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Mengajarkan Agama Tauhid
Mereka bingung bagaimana cara melemparkan Ibrahim ke api tersebut karena saking panasnya. Tidak ada seorangpun yang maju untuk melemparkan Ibrahim ke sana. Sehingga Iblis datang dalam bentuk seorang laki-laki. Dia berkata kepada mereka, “Aku akan membuat manjanik (semacam alat pelempar) untuk dipakai kalian melempar Ibrahim.”
Lihat Juga :