Menikah, Resep Ibnu Sina kepada Pemuda yang Sakit
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 08:21 WIB
العقل السليم في الجسم السليم
Artinya: “Jiwa yang sehat terdapat dalam badan yang sehat.”
Baca juga: Imam Al-Ghazali (2): Tarekat sampai Untung dan Rugi
Dengan temuan teori baru dari Ibnu Sina tersebut, maka pepatah lama di atas sebetulnya dapat dimodifikasi dengan membaliknya menjadi:
الجسم السليم في العقل السليم
Artinya: “Badan yang sehat terdapat dalam jiwa yang sehat.”
Siapa Ibnu Sina?
Nama lengkap beliau adalah Abu ʿAli al-Ḥusayn ibn ʿAbd Allah ibn Sina. Beliau lahir di Bukhara Uzbekistan pada tahun 980 M. Di dunia Barat beliau dikenal dengan nama yang sudah terpengaruh bahasa Latin, yakni Avicenna.
Beliau merupakan seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter pada abad ke-10.
Sebagai dokter beliau sangat dihormati baik di Barat maupun di Timur karena kitabnya berjudul Al-Qanun fi al-Thib (selesai ditulis pada tahun 1025M) yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi The Canon of Medicine menjadi buku referensi kedokteran hingga sekarang. Beliau digelari Bapak Kedokteran.
Selain itu, masih banyak lagi sebutan lainnya yang ditujukan padanya, terutama berkaitan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran.
Baca juga: Imam Al-Ghazali, Sang Pemintal Dirinya Sendiri
Sejak kecil, Ibnu Sina sudah menunjukkan kepandaian yang luar biasa. Di usia 5 tahun, ia telah belajar menghafal Alquran. Selain menghafal Alquran, ia juga belajar mengenai ilmu-ilmu agama.
Ilmu kedokteran baru ia pelajari pada usia 16 tahun. Tidak hanya belajar mengenai teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit dan melalui perhitungannya sendiri, ia juga menemukan metode-metode baru dari perawatan.
Profesinya di bidang kedokteran dimulai sejak umur 17 tahun. Kepopulerannya sebagai dokter bermula ketika ia berhasil menyembuhkan Nuh bin Mansur (976-997), salah seorang penguasa Dinasti Samaniah. Banyak tabib dan ahli yang hidup pada masa itu tidak berhasil menyembuhkan penyakit sang raja sebelumnya.
Baca juga: Intelektualitas Al-Ghazali Berada di Tingkatan yang Sulit Dilampaui
Artinya: “Jiwa yang sehat terdapat dalam badan yang sehat.”
Baca juga: Imam Al-Ghazali (2): Tarekat sampai Untung dan Rugi
Dengan temuan teori baru dari Ibnu Sina tersebut, maka pepatah lama di atas sebetulnya dapat dimodifikasi dengan membaliknya menjadi:
الجسم السليم في العقل السليم
Artinya: “Badan yang sehat terdapat dalam jiwa yang sehat.”
Siapa Ibnu Sina?
Nama lengkap beliau adalah Abu ʿAli al-Ḥusayn ibn ʿAbd Allah ibn Sina. Beliau lahir di Bukhara Uzbekistan pada tahun 980 M. Di dunia Barat beliau dikenal dengan nama yang sudah terpengaruh bahasa Latin, yakni Avicenna.
Beliau merupakan seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter pada abad ke-10.
Sebagai dokter beliau sangat dihormati baik di Barat maupun di Timur karena kitabnya berjudul Al-Qanun fi al-Thib (selesai ditulis pada tahun 1025M) yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi The Canon of Medicine menjadi buku referensi kedokteran hingga sekarang. Beliau digelari Bapak Kedokteran.
Selain itu, masih banyak lagi sebutan lainnya yang ditujukan padanya, terutama berkaitan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran.
Baca juga: Imam Al-Ghazali, Sang Pemintal Dirinya Sendiri
Sejak kecil, Ibnu Sina sudah menunjukkan kepandaian yang luar biasa. Di usia 5 tahun, ia telah belajar menghafal Alquran. Selain menghafal Alquran, ia juga belajar mengenai ilmu-ilmu agama.
Ilmu kedokteran baru ia pelajari pada usia 16 tahun. Tidak hanya belajar mengenai teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit dan melalui perhitungannya sendiri, ia juga menemukan metode-metode baru dari perawatan.
Profesinya di bidang kedokteran dimulai sejak umur 17 tahun. Kepopulerannya sebagai dokter bermula ketika ia berhasil menyembuhkan Nuh bin Mansur (976-997), salah seorang penguasa Dinasti Samaniah. Banyak tabib dan ahli yang hidup pada masa itu tidak berhasil menyembuhkan penyakit sang raja sebelumnya.
Baca juga: Intelektualitas Al-Ghazali Berada di Tingkatan yang Sulit Dilampaui
Lihat Juga :