Pada Fase Tertentu Manusia Dapat Terbang dengan Kekuatannya Sendiri
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 09:44 WIB
1. Berjalan di atas tanah.
2. Menumpang perahu.
3. Naik kereta.
4. Berjalan di atas laut.
Baca juga: Imam Al-Ghazali (2): Tarekat sampai Untung dan Rugi
Selain semua ini, ada yang mungkin menyatakan bahwa pada fase tertentu manusia dapat terbang di udara dengan kekuatan dirinya sendiri.
Orang biasanya berada pada salah satu dari dua taraf yang pertama. Dalam hal ini mereka tidak bertahan sebagaimana seharusnya. Dalam keadaan statis, mereka senantiasa bertentangan dengan orang-orang yang senantiasa dinamis.
Baca juga: Imam Al-Ghazali, Sang Pemintal Dirinya Sendiri
Dalam karya metafisisnya, al-Ghazali jarang sekali mempersulit diri untuk memaksa orang mengikuti langkah Sufi. Namun, dalam satu ulasan pendek, ia benar-benar menandaskan satu argumen: "Jika apa yang dikatakan para Sufi itu benar -- bahwa ada upaya sangat penting dalam hidup yang menunjuk suatu hubungan dengan masa depan manusia -- maka ada banyak perkara di dunia masa depan itu. Di sisi lain, jika tidak ada hubungannya, maka sama sekali tidak ada persoalan."
Oleh karena itu, al-Ghazali mengajukan, "Tidakkah lebih baik membebaskan prasangka itu dengan menunjukkan sudut pandang tersebut? Selebihnya akan sangat terlambat."
2. Menumpang perahu.
3. Naik kereta.
4. Berjalan di atas laut.
Baca juga: Imam Al-Ghazali (2): Tarekat sampai Untung dan Rugi
Selain semua ini, ada yang mungkin menyatakan bahwa pada fase tertentu manusia dapat terbang di udara dengan kekuatan dirinya sendiri.
Orang biasanya berada pada salah satu dari dua taraf yang pertama. Dalam hal ini mereka tidak bertahan sebagaimana seharusnya. Dalam keadaan statis, mereka senantiasa bertentangan dengan orang-orang yang senantiasa dinamis.
Baca juga: Imam Al-Ghazali, Sang Pemintal Dirinya Sendiri
Dalam karya metafisisnya, al-Ghazali jarang sekali mempersulit diri untuk memaksa orang mengikuti langkah Sufi. Namun, dalam satu ulasan pendek, ia benar-benar menandaskan satu argumen: "Jika apa yang dikatakan para Sufi itu benar -- bahwa ada upaya sangat penting dalam hidup yang menunjuk suatu hubungan dengan masa depan manusia -- maka ada banyak perkara di dunia masa depan itu. Di sisi lain, jika tidak ada hubungannya, maka sama sekali tidak ada persoalan."
Oleh karena itu, al-Ghazali mengajukan, "Tidakkah lebih baik membebaskan prasangka itu dengan menunjukkan sudut pandang tersebut? Selebihnya akan sangat terlambat."
Lihat Juga :