Hadis Nabi: Waktu Terasa Semakin Singkat, Ini Penjelasannya
Senin, 20 November 2023 - 20:49 WIB
Zaid bin Tsabit, misalnya, berhasil melaksanakan perintah Nabi ﷺuntuk menguasai bahasa Yahudi (Suryaniah) percakapan dan tulisan hanya dalam 17 hari saja. Padahal pada saat itu belum ada alat bantu modern audio visual seperti sekarang ini. Bandingkan dengan kita yang memerlukan masa bertahun-tahun untuk mempelajari bahasa Arab atau Inggris tanpa memperoleh hasil yang membanggakan.
Para penulis biografi menceritakan bahwa Ibnu Arabi (ahli hadits dan fiqih mazhab Maliki asal Andalusia) berhasil menulis berbagai buku-buku besar dan penting, salah satunya sebuah tafsir setebal delapan puluh ribu lembar halaman.
Imam Al-Ghazali yang hanya hidup 55 tahun, dan Imam an-Nawawi yang hidup hanya 45 tahun, namun berhasil menulis banyak kitab berharga berjilid-jilid. Siapa yang pernah mencoba menulis buku pasti tahu betapa besar "keberkahan" yang Allah berikan kepada waktu para ulama ini.
Sebagai manusia biasa, mereka memiliki waktu sama dengan kita satu bulan terdiri dari empat minggu, satu minggu terdiri dari tujuh hari, dan satu hari terdiri dari 24 jam. Namun keberkahan dalam waktu memungkinkan mereka berkarya dan membuahkan prestasi lebih banyak dari kita.
Keberkahan waktu benar-benar kita rasakan telah hilang pada masa kita ini sehingga sering kali sebuah buku tidak dapat kita selesaikan meski berbulan-bulan telah berlalu. Kehilangan berkah dalam waktu adalah keluhan utama orang-orang kafir di Akhirat. Sering kali Al-Qur'an menceritakan bahwa ketika Kiamat terjadi, semua manusia merasa bahwa hidup mereka di dunia sangat singkat. Sebagian mereka merasa hidup di dunia hanya sepuluh hari saja.
"Allah bertanya: Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari." (QS Al-Mukminun Ayat 112-113)
Di antara mereka ada juga yang berkata bahwa masa hidup mereka di dunia hanya beberapa jam saja, "Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari." (QS Al-Nazi'at Ayat 46)
Baca Juga: Tanda Kiamat Waktu Terasa Kian Cepat, Ini Penyebabnya!
Para penulis biografi menceritakan bahwa Ibnu Arabi (ahli hadits dan fiqih mazhab Maliki asal Andalusia) berhasil menulis berbagai buku-buku besar dan penting, salah satunya sebuah tafsir setebal delapan puluh ribu lembar halaman.
Imam Al-Ghazali yang hanya hidup 55 tahun, dan Imam an-Nawawi yang hidup hanya 45 tahun, namun berhasil menulis banyak kitab berharga berjilid-jilid. Siapa yang pernah mencoba menulis buku pasti tahu betapa besar "keberkahan" yang Allah berikan kepada waktu para ulama ini.
Sebagai manusia biasa, mereka memiliki waktu sama dengan kita satu bulan terdiri dari empat minggu, satu minggu terdiri dari tujuh hari, dan satu hari terdiri dari 24 jam. Namun keberkahan dalam waktu memungkinkan mereka berkarya dan membuahkan prestasi lebih banyak dari kita.
Keberkahan waktu benar-benar kita rasakan telah hilang pada masa kita ini sehingga sering kali sebuah buku tidak dapat kita selesaikan meski berbulan-bulan telah berlalu. Kehilangan berkah dalam waktu adalah keluhan utama orang-orang kafir di Akhirat. Sering kali Al-Qur'an menceritakan bahwa ketika Kiamat terjadi, semua manusia merasa bahwa hidup mereka di dunia sangat singkat. Sebagian mereka merasa hidup di dunia hanya sepuluh hari saja.
"Allah bertanya: Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari." (QS Al-Mukminun Ayat 112-113)
Di antara mereka ada juga yang berkata bahwa masa hidup mereka di dunia hanya beberapa jam saja, "Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari." (QS Al-Nazi'at Ayat 46)
Baca Juga: Tanda Kiamat Waktu Terasa Kian Cepat, Ini Penyebabnya!
(rhs)
Lihat Juga :