Awalnya Salat di Garasi Rumah, Kini Islam Bersemi di Samudera Atlantik Utara
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 17:42 WIB
Tapi 10 orang itu tidak menyerah begitu saja, garasi rumah salah satu muslim dipakai sebagai masjid. Letaknya hanya 150 meter dari Pantai Los Cristianos. "Untuk mendapatkan ijin menjadi masjid terus kami upayakan, sehingga ditinjaulah oleh pegawai pemerintah Kota Tenerife. Saat dia datang kami sedang Salat Zuhur dengan pintu tertutup. Petugas itu hanya melihat puluhan pasang sepatu dipintu dan diipotret oleh mereka,” kata dia.
Setelah itu mereka berkesimpulan masjid itu hanya deretan sepatu di luar pintu dengan kondisi tenang. "Usai Survei itu, ijin peruntukan turun," tuturnya.
Setelah mendapat ijin, dia dan rekan rekannya aktif memberitahu imigran muslim lainnya yang mulai menyemut. Karena jamaah tidak tertampung lagi, Ahmed dan kawan-kawannya kemudian menyewa ruangan di kawasan apartemen di pusat kota Los Crostianos. "Tapi tempat kedua itu tidak kondusif," kata dia.
Sambil beribadah, umat Islam mengumpulkan sadaqah untuk membeli ruangan seluas 700 meter persegi di lantai dasar apartemen Comodoro di jalan Juan Carlos No 30. "Jadi tempat ini sudah menjadi milik umat Islam sejak tahun 2000 dan menjadi masjid pertama di Tenerife," kata dia.
Rupanya, imigran dari Maroko, Bangladesh, Pakistan, Tunisia, Senegal dan India terus berdatangan ke pulau ini. Sehingga jumlah umat Islam pun kian bertambah. Seiring dengan itu, kebutuhan akan ruangan untuk beribadah juga mendesak. Sehingga pada tahun 2013, komunitas Bengali yakni Imigran dari Bangladesh yang saat itu berjumlah 150 orang mulai merintis pembukaan ruangan baru untuk masjid .
"Tahun 2013 kami merubah garasi menjadi masjid dengan nama As Suna," kata Amir Husein.
Tak hanya komunitas Bengali, saja yang tertarik mendirikan masjid kedua, imigran dari Maroko, Pakistan, India juga urunan. Hasilnya pada 2017 mereka menyewa ruangan lantai dasar 1000 meter persergi di pusat bisnis Los Cristianos yang hanya 200 meter dari terminal bus. "Jadilah masjid ini terbesar di Los Cristianos," kata dia.
Seperti Masjid Muhsinin, operasional masjid dibiayai dari infak dan sadaqah jamaah. Tapi pengeluaran Masjid As Suna tergolong besar saban bulannya karena mesti membayar uang sewa. Paling tidak butuh 2.000 Euro setiap bulan yang harus dikumpulkan Amir dan rekan rekan untuk mempertahankan masjid itu.
"2000 Euro itu sudah termasuk gaji imam masjid, listrik, air, telepon dan sewa ruangan itu," kata dia.
Lihat Juga :