Konspirasi Yahudi: Kisah Alexander Hamilton dan Robert Morris Menguasai Ekonomi Amerika
Selasa, 05 Desember 2023 - 10:06 WIB
Para direktur Bank Inggris telah memilih wakil mereka di Amerika pada tahun 1780, yaitu seorang tokoh penting bernama Alexander Hamilton, yang muncul berkat propaganda Yahudi, sehingga namanya bisa mengorbit sebagai salah satu pejuang kemerdekaan.
la mengusulkan gagasan untuk mendirikan bank terpadu yang punya wewenang untuk mencetak mata uang, dan sekaligus berwenang mengawasi itu, sebagai ganti wewenang pemerintah.
Di samping masalah bank itu, ia juga mengajukan usul, agar lembaga dikelola oleh swasta. Untuk modal bank itu dibutuhkan uang sebesar 12 juta US Dolar, 10 juta dolar di antaranya akan diambilkan dari bank Inggris, sedang sisanya ditawarkan kepada para investor Amerika sendiri.
Menjelang akhir tahun 1783 Hamilton dan partnernya Robert Morris berhasil mendirikan Bank Amerika yang dimaksud. Morris, seorang analis keuangan dalam Kongres Amerika telah berhasil mengawasi keuangan dan perbelanjaan pemerintah Amerika, sehingga membuat kas negara jatuh dalam keadaan krisis keuangan yang parah pada saat perang kemerdekaan usai.
Baca juga: Kisah Konspirasi Yahudi: Strategi Licik Nathan Rothschild dalam Mengakuisisi Bisnis Inggris
Masalah ini membuktikan dengan jelas, bahwa taktik yang dipakai oleh kekuatan terselubung adalah dengan memanfaatkan perang dan kaki-tangan.
Morris melangkah lebih jauh lagi. la mengeluarkan uang kas negara yang masih tersisa sebanyak $250 ribu untuk didepositokan dalam Bank Amerika, karena para direktur Bank Amerika merupakan orang-orang wakil Bank Inggris yang konsekuensi logisnya adalah, bahwa kelompok pemilik modal Yahudi yang telah menguasai Bank Inggris berarti juga menguasai Bank Amerika.
Melihat adanya bahaya kelompok Konspirasi Yahudi terhadap Amerika, para tokoh revolusi kemerdekaan, terutama Benjamin Franklin sendiri terpanggil untuk ikut campur dalam Kongres, dan mereka berhasil membatalkan wewenang Bank Amerika untuk mencetak mata uang.
Bank Inggris yang telah menguasai Bank Amerika adalah pihak yang telah menyebabkan timbulnya krisis keuangan di bawah pengawasan Robert Morris itu. Para pemilik modal tidak putus-asa atas kegagalan sementara ini. Bahkan mereka mengeluarkan instruksi kepada kaki-tangan mereka agar melipatgandakan usaha dengan menunggu saat yang tepat.
Baca juga: Kekuatan Konspirasi Yahudi di Balik Bangun dan Jatuhnya Napoleon Bonaparte
la mengusulkan gagasan untuk mendirikan bank terpadu yang punya wewenang untuk mencetak mata uang, dan sekaligus berwenang mengawasi itu, sebagai ganti wewenang pemerintah.
Di samping masalah bank itu, ia juga mengajukan usul, agar lembaga dikelola oleh swasta. Untuk modal bank itu dibutuhkan uang sebesar 12 juta US Dolar, 10 juta dolar di antaranya akan diambilkan dari bank Inggris, sedang sisanya ditawarkan kepada para investor Amerika sendiri.
Menjelang akhir tahun 1783 Hamilton dan partnernya Robert Morris berhasil mendirikan Bank Amerika yang dimaksud. Morris, seorang analis keuangan dalam Kongres Amerika telah berhasil mengawasi keuangan dan perbelanjaan pemerintah Amerika, sehingga membuat kas negara jatuh dalam keadaan krisis keuangan yang parah pada saat perang kemerdekaan usai.
Baca juga: Kisah Konspirasi Yahudi: Strategi Licik Nathan Rothschild dalam Mengakuisisi Bisnis Inggris
Masalah ini membuktikan dengan jelas, bahwa taktik yang dipakai oleh kekuatan terselubung adalah dengan memanfaatkan perang dan kaki-tangan.
Morris melangkah lebih jauh lagi. la mengeluarkan uang kas negara yang masih tersisa sebanyak $250 ribu untuk didepositokan dalam Bank Amerika, karena para direktur Bank Amerika merupakan orang-orang wakil Bank Inggris yang konsekuensi logisnya adalah, bahwa kelompok pemilik modal Yahudi yang telah menguasai Bank Inggris berarti juga menguasai Bank Amerika.
Melihat adanya bahaya kelompok Konspirasi Yahudi terhadap Amerika, para tokoh revolusi kemerdekaan, terutama Benjamin Franklin sendiri terpanggil untuk ikut campur dalam Kongres, dan mereka berhasil membatalkan wewenang Bank Amerika untuk mencetak mata uang.
Bank Inggris yang telah menguasai Bank Amerika adalah pihak yang telah menyebabkan timbulnya krisis keuangan di bawah pengawasan Robert Morris itu. Para pemilik modal tidak putus-asa atas kegagalan sementara ini. Bahkan mereka mengeluarkan instruksi kepada kaki-tangan mereka agar melipatgandakan usaha dengan menunggu saat yang tepat.
Baca juga: Kekuatan Konspirasi Yahudi di Balik Bangun dan Jatuhnya Napoleon Bonaparte
Lihat Juga :