Kisah Zionisme Mencekik Inggris: Rahasia di Balik Masalah Palestina

Sabtu, 09 Desember 2023 - 12:42 WIB
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika

Pada tanggal 28 Januari 1915 Perdana Menteri Asquith menulis dalam buku hariannya beberapa baris catatan berikut:

"Saya menerima catatan khusus dari Herbert Samuel dengan judul Masa Depan Palestina. Dia menyangka, bahwa kami mampu menempatkan sebanyak 3 sampai 4 juta bangsa Yahudi Eropa di bumi Palestina. Gagasan semacam ini bagi kami seperti kumpulan cerita mengenai perang salib baru. Saya menunjukkan kebencianku terus terang terhadap program dan gagasan yang akan menambah beban tanggung jawab kami dan seterusnya."

Catatan tersebut menunjukkan bukti kuat mengenai sikap Asquith terhadap Zionisme dan Konspirasi internasional. Tidak bisa diragukan lagi, bahwa sikap benci Asquith dan pemerintahannya menyebabkan pihak Konspirasi mengambil langkah-langkah baru untuk menumbangkan Asquith. Bahkan juga akan mendongkel sistem pemerintahan Inggris yang ada pada saat itu.

William mengatakan memang benar, bahwa para pemilik modal sejak lama telah menguasai beberapa pabrik senjata di Inggris. Pada saat para perancang program Konspirasi mengumumkan perang terhadap Asquith yang menentang Zionisme, Inggris tiba-tiba dihadapkan pada krisis dahsyat di bidang produksi kimia sebagai bahandasar bagi industri senjata perang dan amunisi.

Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Kisah Terbunuhnya Presiden Abraham Lincoln

Direktur produksi bahan kimia di Inggris ketika itu adalah seorang Yahudi bernama Sir Frederick Nathan. la memberikan tender bahan-bahan kimia kepada perusahaan Browner-Mond dengan kredit besar dari pemerintah sebagai bantuan. Sedang pemilik perusahaan itu tidak lain adalah dua orang pengusaha Yahudi terkenal, yait uBrowner dan Mond itu sendiri yang diambil sebagai nama perusahaannya.

Kemudian perusahaan itu membangun pabrik kimia raksasa di kota Silvertown dengan biaya dari bantuan kredit pemerintah itu. Ketika pabrik ini mulai memproduksi bahan-bahan kimia, kebutuhan bahan kimia pemerintah segera bisa diatasi.

Pada saat itu media massa yang kebanyakan telah dikuasai oleh Konspirasi segera menyanjung keberhasilan Browner dan Mond sebagai patriot yang dibanggakan Inggris.

Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Setan Berjubah Pastor Bernama Rasputin

Pada saat negara sedang dikepung oleh ancaman krisis persenjataan, mereka tampil sebagai juru selamat. Sedang kecaman pedas dibebankan kepada pemerintah. Tidak lama kemudian, setelah proyek Silvertown beroperasi, terjadi ledakan dahsyat yang menghancurkan pabrik tersebut beserta 800 rumah di sekitarnya.

Akibatnya, produksi bahan kimia macet dan kembali pula krisis mengancam pemerintahan Asquith.

Sedang parapahlawan palsu beserta para perancangnya telah selamat dari kecaman, dan mendapat sanjungan serta pujian.

Mond yang bergelar Sir Alfred Mond itu, yang kemudian menjabat pengawas produksi bahan kimia Inggris, di samping sebagai wakil pemerintah dalam produksi persenjataan di kerajaan itu adalah kelak menjadi kepala perwakilan Yahudi di Palestina.

Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Terbunuhnya Para Pemimpin Besar Reformis Eropa
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!