Konspirasi Yahudi: Kisah Terbunuhnya Para Pemimpin Besar Reformis Eropa
Sabtu, 09 Desember 2023 - 11:46 WIB
loading...
Selama 4 tahun dunia banjir darah oleh tumbal peperangan. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Perang Dunia I meletus pada tahun 1914. Selama 4 tahun dunia banjir darah oleh tumbal peperangan. Peristiwa ini belum pernah terjadi dalam sejarah panjang umat manusia, meskipun akan disusul dengan pertumpahan darah yang lebih mengerikan, yaitu terjadinya Perang Dunia II tahun 1945. Apakah akan menyusul perang dunia III, yang pasti akan lebih mengerikan? Wallahua'lam.
William G. Carr dalam bukunya berjudul "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Kautsar, 1993) menyebut kala itu dunia terbelah menjadi berbagai persekutuan, yang saling menghadapkan senjata yang mereka miliki satu sama lain. Siapa yang merancang?
"Tidak lain mereka itu adalah para sesepuh Yahudi , atau jerat-jerat maut dari balik layar," ujarnya.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Pembantaian Januari dan Revolusi Manshevik
Kenyataannya mereka bisa menentukan suhu situasi dunia pada saat itu. Belajar dari banyak peristiwa kita bisa menyimak, bagaimana para sesepuh Yahudi mempersiapkan diri untuk menyambut abad ke 20. Mereka telah mempersiapkan pemerintah negara-negara Eropa , aliran politik yang dianutnya, dan angkatan bersenjatanya telah dipersiapkan untuk menimbulkan terjadinya perang, atau minimal untuk menerima pemikiran tentang perang itu.
Setelah itu, di satu sisi para sesepuh Yahudi membentuk opini umum Eropa dan dunia pada umumnya. Lalu di sisi lain, mereka menindas pemimpin yang berani menghadang jalan yang sedang ditempuh oleh Konspirasi .
Para tokoh itu adalah para pembaharu yang berpegang pada undang-undang yang sah di negaranya, dan memiliki wibawa yang memungkinkan mereka menghalangi program yang telah dirancang oleh Konspirasi.
Apalagi jika tokoh-tokoh itu secara terbuka menyatakan perang terhadap mereka, dan tidak bisa digoyahkan dengan propaganda yang menyesatkan. Tokoh-tokoh seperti itulah yang merupakan ancaman bagi Konspirasi Yahudi Internasional .
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
William mengatakan kita akan menyajikan krisis politik yang besar, dan pertikaian sekitar wilayah jajahan pada awal abad ini, yang membuat kita bingung. Dengan adanya krisis tersebut, dunia terbelah menjadi berbagai kelompok persekutuan dan blok-blok yang memporak-porandakan Eropa.
William G. Carr dalam bukunya berjudul "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Kautsar, 1993) menyebut kala itu dunia terbelah menjadi berbagai persekutuan, yang saling menghadapkan senjata yang mereka miliki satu sama lain. Siapa yang merancang?
"Tidak lain mereka itu adalah para sesepuh Yahudi , atau jerat-jerat maut dari balik layar," ujarnya.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Pembantaian Januari dan Revolusi Manshevik
Kenyataannya mereka bisa menentukan suhu situasi dunia pada saat itu. Belajar dari banyak peristiwa kita bisa menyimak, bagaimana para sesepuh Yahudi mempersiapkan diri untuk menyambut abad ke 20. Mereka telah mempersiapkan pemerintah negara-negara Eropa , aliran politik yang dianutnya, dan angkatan bersenjatanya telah dipersiapkan untuk menimbulkan terjadinya perang, atau minimal untuk menerima pemikiran tentang perang itu.
Setelah itu, di satu sisi para sesepuh Yahudi membentuk opini umum Eropa dan dunia pada umumnya. Lalu di sisi lain, mereka menindas pemimpin yang berani menghadang jalan yang sedang ditempuh oleh Konspirasi .
Para tokoh itu adalah para pembaharu yang berpegang pada undang-undang yang sah di negaranya, dan memiliki wibawa yang memungkinkan mereka menghalangi program yang telah dirancang oleh Konspirasi.
Apalagi jika tokoh-tokoh itu secara terbuka menyatakan perang terhadap mereka, dan tidak bisa digoyahkan dengan propaganda yang menyesatkan. Tokoh-tokoh seperti itulah yang merupakan ancaman bagi Konspirasi Yahudi Internasional .
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
William mengatakan kita akan menyajikan krisis politik yang besar, dan pertikaian sekitar wilayah jajahan pada awal abad ini, yang membuat kita bingung. Dengan adanya krisis tersebut, dunia terbelah menjadi berbagai kelompok persekutuan dan blok-blok yang memporak-porandakan Eropa.
Lihat Juga :