Diselamatkan dari Neraka Berkat Memuliakan Nama Nabi Muhammad
Rabu, 13 Desember 2023 - 13:21 WIB
Bagaimana mungkin wahyu yang ia terima keliru untuk menemui seorang yang tidak sesuai disebutkan sebagai seorang "kekasih Allah"?! pikir Nabi Musa. "Apakah ia salah orang yang dimaksudkan?" Tapi, nama dan ciri-ciri yang dimaksudkan pun sesuai dengan apa yang diwahyukan.
Walhasil, Nabi Musa mengambil jenazah si ahli maksiat tersebut dan membawanya ke suatu tempat untuk dimandikan, dikafani, dishalatkan dan kemudian didoakan. Semua diurus layaknya jenazah pada umumnya.
Akibat penasaran dan kebingungan, akhirnya nabi Musa berdialog dan bertanya lagi kepada Allah, "Ya Rabb, tidakkah salah Engkau perintahkan aku mengurus seorang hamba-Mu yang Kau kasihi, sedangkan menurut kesaksian para hamba-Mu yang lain mengatakan bahwa si fulan ini adalah seorang ahli maksiat yang tak ada kebaikannya sama sekali?!"
Allah mewahyukan kepada Nabi Musa, "Wahai Musa, memang si fulan seorang ahli maksiat yang zhalim terhadap dirinya dan orang lain. Hampir tak ada satu kebaikan pun yang pernah perbuat semasa hidupnya. Namun wahai Musa, ketahuilah bahwa si fulan ini pernah berbuat baik terhadap "Nama Kekasih-Ku Muhammad."
Pada suatu hari dia menemukan secarik kertas yang bertuliskan nama kekasih-Ku Muhammad di dalam Taurat yang tergeletak di atas tanah. Lalu dia ambil, dia cium dengan takzim, dia muliakan, dia bersihkan, dia beri wewangian, dan kemudian dia letakkan di atas tempat yang mulia dan layak.
Oleh sebab, dia pernah memuliakan nama kekasih-Ku, nama "Barqalitha" [بارقليطا] (nama Nabi Muhammad di dalam Taurat), maka sungguh aku mencintai-Nya, Aku tidak lagi memandang pada kesalahan dan dosanya, Aku Rabb yang Maha Pengampun dan Maha Kasih Sayang, maka saksikanlah dia telah menjadi kekasih-Ku dengan berkah dia memuliakan nama kekasih-Ku Muhammad."
Begitulah betapa hebat dan mulianya, baru sekedar memuliakan namanya saja, Allah SWT memuliakan bagi orang yang memuliakan nama baginda Habibuna Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam, apalagi memuliakan ajarannya serta mencintai sosoknya sebegitu cinta dan rindunya. Masya Allah dahsyat!
Sebaliknya, lihat akhir kehidupan bagi orang yang mencoba menghinakan dan melecehkan namanya. Belum pernah ada sejarah seorang di muka bumi ini yang mendapatkan dari upayanya menghinakan dan membully baginda Habibuna Muhammad, melainkan kehinaan instan yang ia terima kontan di dunia ini saja dalam waktu itu juga.Na'udzubillah!
Baca Juga: Heboh Komika Lecehkan Nabi, Ini Keutamaan Orang yang Memiliki Nama Muhammad
Walhasil, Nabi Musa mengambil jenazah si ahli maksiat tersebut dan membawanya ke suatu tempat untuk dimandikan, dikafani, dishalatkan dan kemudian didoakan. Semua diurus layaknya jenazah pada umumnya.
Akibat penasaran dan kebingungan, akhirnya nabi Musa berdialog dan bertanya lagi kepada Allah, "Ya Rabb, tidakkah salah Engkau perintahkan aku mengurus seorang hamba-Mu yang Kau kasihi, sedangkan menurut kesaksian para hamba-Mu yang lain mengatakan bahwa si fulan ini adalah seorang ahli maksiat yang tak ada kebaikannya sama sekali?!"
Allah mewahyukan kepada Nabi Musa, "Wahai Musa, memang si fulan seorang ahli maksiat yang zhalim terhadap dirinya dan orang lain. Hampir tak ada satu kebaikan pun yang pernah perbuat semasa hidupnya. Namun wahai Musa, ketahuilah bahwa si fulan ini pernah berbuat baik terhadap "Nama Kekasih-Ku Muhammad."
Pada suatu hari dia menemukan secarik kertas yang bertuliskan nama kekasih-Ku Muhammad di dalam Taurat yang tergeletak di atas tanah. Lalu dia ambil, dia cium dengan takzim, dia muliakan, dia bersihkan, dia beri wewangian, dan kemudian dia letakkan di atas tempat yang mulia dan layak.
Oleh sebab, dia pernah memuliakan nama kekasih-Ku, nama "Barqalitha" [بارقليطا] (nama Nabi Muhammad di dalam Taurat), maka sungguh aku mencintai-Nya, Aku tidak lagi memandang pada kesalahan dan dosanya, Aku Rabb yang Maha Pengampun dan Maha Kasih Sayang, maka saksikanlah dia telah menjadi kekasih-Ku dengan berkah dia memuliakan nama kekasih-Ku Muhammad."
Begitulah betapa hebat dan mulianya, baru sekedar memuliakan namanya saja, Allah SWT memuliakan bagi orang yang memuliakan nama baginda Habibuna Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam, apalagi memuliakan ajarannya serta mencintai sosoknya sebegitu cinta dan rindunya. Masya Allah dahsyat!
Sebaliknya, lihat akhir kehidupan bagi orang yang mencoba menghinakan dan melecehkan namanya. Belum pernah ada sejarah seorang di muka bumi ini yang mendapatkan dari upayanya menghinakan dan membully baginda Habibuna Muhammad, melainkan kehinaan instan yang ia terima kontan di dunia ini saja dalam waktu itu juga.Na'udzubillah!
Baca Juga: Heboh Komika Lecehkan Nabi, Ini Keutamaan Orang yang Memiliki Nama Muhammad
(rhs)
Lihat Juga :