Ini Perintah Pertama Abu Bakar Ash-Shiddiq Begitu Menjadi Khalifah
Kamis, 14 Desember 2023 - 14:07 WIB
Usamah bin Zaid ketika itu masih muda sekali, belum lagi mencapai usia 20 tahun. Tetapi Rasulullah mengangkatnya memimpin pasukan agar kemenangannya kelak menjadi kebanggaan atas gugurnya ayahnya sebagai syahid di Mu'tah.
Pemuda ini belum terbiasa dengan beban tanggung jawab yang begitu berat. Nabi Muhammad memerintahkan Usamah agar menjejakkan kudanya di perbatasan Balqa' dengan Darum di Palestina, dan menyerang musuh Tuhan dan musuhnya itu pada pagi hari dengan serangan yang gencar serta menghujani mereka dengan api.
Baca juga: Doa Sayyidina Abu Bakar Saat Dipuji Orang Lain
Hal ini supaya diteruskan tanpa berhenti sebelum beritanya sampai lebih dulu kepada musuh. Bila berhasil ia harus segera kembali dengan hasil kemenangannya itu.
Kecintaan Nabi kepada Usamah
Sejak hari pertama penunjukan anak muda seperti Usamah memimpin pasukan dengan kaum Muhajirin dan Ansar terkemuka itu termasuk ke dalamnya, sudah banyak orang yang menggerutu. Memang benar sejak kecil Usamah sudah menjadi kesayangan Nabi, sehingga karenanya ia dijuluki "Kesayangan Nabi dan putra kesayangannya."
Begitu besar kecintaan Nabi kepadanya sehingga ia pernah didudukkan sekendaraan ketika Rasulullah pergi ke Makkah dalam tahun kedelapan Hijri dan diajaknya ia masuk ke dalam Kakbah.
Sejak kecil Usamah sudah punya keberanian dan tidak kenal takut, sehingga ia ikut bergabung dengan pasukan Muslimin ke Uhud, namun dikembalikan ke Madinah karena usianya yang masih terlalu muda.
Baca juga: Ini Mengapa Abu Bakar Berani Sedekahkan 100% Hartanya
Setelah itu ia pernah juga ikut dalam pertempuran di Hunain dan berjuang mati-matian seperti seorang pahlawan perang. Tetapi orang-orang yang mengeluh itu melihatnya tidak sama. Peristiwa itu lain dan memegang pimpinan militer dengan mengikutkan Abu Bakar, Umar dan sahabat-sahabat besar lainnya ke dalamnya, lain lagi.
Pemuda ini belum terbiasa dengan beban tanggung jawab yang begitu berat. Nabi Muhammad memerintahkan Usamah agar menjejakkan kudanya di perbatasan Balqa' dengan Darum di Palestina, dan menyerang musuh Tuhan dan musuhnya itu pada pagi hari dengan serangan yang gencar serta menghujani mereka dengan api.
Baca juga: Doa Sayyidina Abu Bakar Saat Dipuji Orang Lain
Hal ini supaya diteruskan tanpa berhenti sebelum beritanya sampai lebih dulu kepada musuh. Bila berhasil ia harus segera kembali dengan hasil kemenangannya itu.
Kecintaan Nabi kepada Usamah
Sejak hari pertama penunjukan anak muda seperti Usamah memimpin pasukan dengan kaum Muhajirin dan Ansar terkemuka itu termasuk ke dalamnya, sudah banyak orang yang menggerutu. Memang benar sejak kecil Usamah sudah menjadi kesayangan Nabi, sehingga karenanya ia dijuluki "Kesayangan Nabi dan putra kesayangannya."
Begitu besar kecintaan Nabi kepadanya sehingga ia pernah didudukkan sekendaraan ketika Rasulullah pergi ke Makkah dalam tahun kedelapan Hijri dan diajaknya ia masuk ke dalam Kakbah.
Sejak kecil Usamah sudah punya keberanian dan tidak kenal takut, sehingga ia ikut bergabung dengan pasukan Muslimin ke Uhud, namun dikembalikan ke Madinah karena usianya yang masih terlalu muda.
Baca juga: Ini Mengapa Abu Bakar Berani Sedekahkan 100% Hartanya
Setelah itu ia pernah juga ikut dalam pertempuran di Hunain dan berjuang mati-matian seperti seorang pahlawan perang. Tetapi orang-orang yang mengeluh itu melihatnya tidak sama. Peristiwa itu lain dan memegang pimpinan militer dengan mengikutkan Abu Bakar, Umar dan sahabat-sahabat besar lainnya ke dalamnya, lain lagi.
Lihat Juga :