Mengenal Arakan Rohingya Salvation Army, Pejuang yang Melawan Penindasan Myanmar
Kamis, 14 Desember 2023 - 15:23 WIB
Kemudian, mereka juga membantah keterlibatan dengan kelompok jihadis Islam lokal atau internasional. Lebih jauh, ARSA mengklaim sebagai kelompok sekuler dan bukan berdasarkan agama tertentu. Salah satu sosok yang disebut-sebut sebagai leader (pemimpin) adalah Ataullah Abu Ammar Jununi. Melihat ke belakang, kelompok ini dikatakan sudah menghimpun kekuatan sejak meningkatnya penindasan terhadap Rohingya pada 2012.
Benarkah ARSA Membela Rohingya?
Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menyebut tujuannya tak lain adalah membela etnis Rohingya yang mendapat penindasan selama bertahun-tahun. Maka dari itu, mereka tak segan melancarkan serangan-serangan terstruktur yang ditujukan untuk melawan penghalang-penghalangnya.
Di satu sisi, keberadaan ARSA mungkin menjadi pembela Rohingya dari kekerasan dan penindasan kelompok mayoritas serta pemerintah Myanmar. Kendati begitu, aksi-aksi mereka juga memicu serangan balasan yang lebih besar dari militer Myanmar.
Salah satu momen paling kelam dari konflik Rohingya ini terjadi pada 2017. Waktu itu, militer Myanmar yang didukung kelompok agama mayoritas membakar desa-desa Rohingya, melakukan kekerasan dan pelecehan, hingga menembak mati para warga yang berusaha melarikan diri.
Pada aksinya ini, pemerintah Myanmar mendasarkan penyebabnya terkait serangkaian serangan yang sebelumnya dilakukan kelompok ARSA. Sebagai informasi, beberapa waktu sebelumnya mereka telah menyerang pos-pos keamanan Myanmar dan membunuh sejumlah personelnya.
Maka dari itu, militer Myanmar melancarkan operasi yang disebutnya sebagai pemberantasan teroris. Pasca kejadian ini, lebih dari setengah juta Rohingya melarikan diri dan mengungsi ke negara lain.
Sementara itu, tak sedikit juga warga-warganya yang tewas akibat dibunuh. Kemudian, muncul juga laporan mengenai adanya tindak pelecehan termasuk pemerkosaan terhadap warga Rohingya.
Itulah sedikit ulasan mengenai Arakan Rohingya Salvation Army, kelompok pejuang Rohingya yang melawan penindasan pemerintah Myanmar.
Baca Juga: Mengapa Orang-orang Rohingya Kabur dari Negaranya?
Benarkah ARSA Membela Rohingya?
Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menyebut tujuannya tak lain adalah membela etnis Rohingya yang mendapat penindasan selama bertahun-tahun. Maka dari itu, mereka tak segan melancarkan serangan-serangan terstruktur yang ditujukan untuk melawan penghalang-penghalangnya.
Di satu sisi, keberadaan ARSA mungkin menjadi pembela Rohingya dari kekerasan dan penindasan kelompok mayoritas serta pemerintah Myanmar. Kendati begitu, aksi-aksi mereka juga memicu serangan balasan yang lebih besar dari militer Myanmar.
Salah satu momen paling kelam dari konflik Rohingya ini terjadi pada 2017. Waktu itu, militer Myanmar yang didukung kelompok agama mayoritas membakar desa-desa Rohingya, melakukan kekerasan dan pelecehan, hingga menembak mati para warga yang berusaha melarikan diri.
Pada aksinya ini, pemerintah Myanmar mendasarkan penyebabnya terkait serangkaian serangan yang sebelumnya dilakukan kelompok ARSA. Sebagai informasi, beberapa waktu sebelumnya mereka telah menyerang pos-pos keamanan Myanmar dan membunuh sejumlah personelnya.
Maka dari itu, militer Myanmar melancarkan operasi yang disebutnya sebagai pemberantasan teroris. Pasca kejadian ini, lebih dari setengah juta Rohingya melarikan diri dan mengungsi ke negara lain.
Sementara itu, tak sedikit juga warga-warganya yang tewas akibat dibunuh. Kemudian, muncul juga laporan mengenai adanya tindak pelecehan termasuk pemerkosaan terhadap warga Rohingya.
Itulah sedikit ulasan mengenai Arakan Rohingya Salvation Army, kelompok pejuang Rohingya yang melawan penindasan pemerintah Myanmar.
Baca Juga: Mengapa Orang-orang Rohingya Kabur dari Negaranya?
(rhs)
Lihat Juga :