3 Prinsip yang Berasal dari Azas Keadilan Tuhan Menurut Imam Chirri
Jum'at, 22 Desember 2023 - 14:37 WIB
2. Tuhan tidak membebankan individu tanggungjawab, kecuali tentang apa yang ia lakukan sendiri yang di bawah kontrolnya. Tidak seorangpun yang bertanggungjawab apa yang dilakukan orang lain, walaupun mereka itu temannya sendiri atau saudaranya, selama perbuatan mereka tidak di bawah kontrol mereka. Kitab Suci Qur'an:
Baca juga: 4 Sifat Wajib dan 4 Sifat Mustahil Rasul, Juga Memiliki Sifat Jaiz
"Apakah hendak kaucari Tuhan selain Allah? Dialah pemimpin segala sesuatu. Dan bahwa tiap-tiap diri yang mengusahakan (kejahatan) maka kejahatan itu untuk (kerugian) dirinya sendiri, dan tiadalah pemikul beban akan memikul beban orang lain, sesudah itu tempat kembali kamu kepada Tuhan, lalu diterangkan oleh Tuhan kepada kamu apa yang menjadi perselisihan di antara kamu." QS 6 :164
3. Bila ini benar, maka mahkluk hidup tidak dapat dibebani dosa yang diperbuat Adam & Eve. Jika dikatakan bahwa seluruh makhluk hidup dibebani dosa turun-temurun yang berasal dari Adam dan Hawa, tentulah beribu-ribu generasi-generasi makhluk yang berasal dari Adam dan Hawa akan bertanggungjawab dari dosa mereka, dan bahwa mereka dihukum oleh Tuhan untuk dosa-dosa itu yang terjadi sebelum lahirnya generasi-generasi itu. Ini tentu tidak sesuai dengan keadilan Tuhan.
Hakim tidak akan menghukum seorang anak yang disebabkan dosa orang tuanya padahal anak itu tidak tahu menahu. Bagaimana kita dapat memikirkan bahwa Tuhan menjatuhkan hukuman-hukuman pada anak-anak dari dosa-dosa yang diperbuat orang tuanya? Untuk ini, Islam dengan tegas menolak azas-azas Dosa-dosa Asal, dan menganggap setiap manusia murni disaat dia dilahirkan dan bebas dari setiap dosa.
Baca juga: 20 Sifat Wajib dan Sifat Mustahil Bagi Allah
Sebenarnya Islam menganjurkan anak bayi sebagai satu contoh yang sempurna dari kemurnian dan tanpa dosa. Setiap manusia sesuai ajaran Islam, dilahirkan dalam keadaan murni dan bebas dari setiap dosa dan selanjutnya murni sampai dia berbuat dosa pada umur dewasa. Oleh dosa-dosa pada umur dewasa, anda kehilangan kemurnian anda, tetapi anda dapat mencapai kemurnian itu lagi melalui tobat yang tulus ikhlas.
Bila anda benar-benar mengubah sikap anda dan berniat benar-benar patuh pada Tuhan Yang Pengasih, Dia akan menerima anda dan menghapus dosa anda.
Baca juga: 4 Sifat Wajib dan 4 Sifat Mustahil Rasul, Juga Memiliki Sifat Jaiz
"Apakah hendak kaucari Tuhan selain Allah? Dialah pemimpin segala sesuatu. Dan bahwa tiap-tiap diri yang mengusahakan (kejahatan) maka kejahatan itu untuk (kerugian) dirinya sendiri, dan tiadalah pemikul beban akan memikul beban orang lain, sesudah itu tempat kembali kamu kepada Tuhan, lalu diterangkan oleh Tuhan kepada kamu apa yang menjadi perselisihan di antara kamu." QS 6 :164
3. Bila ini benar, maka mahkluk hidup tidak dapat dibebani dosa yang diperbuat Adam & Eve. Jika dikatakan bahwa seluruh makhluk hidup dibebani dosa turun-temurun yang berasal dari Adam dan Hawa, tentulah beribu-ribu generasi-generasi makhluk yang berasal dari Adam dan Hawa akan bertanggungjawab dari dosa mereka, dan bahwa mereka dihukum oleh Tuhan untuk dosa-dosa itu yang terjadi sebelum lahirnya generasi-generasi itu. Ini tentu tidak sesuai dengan keadilan Tuhan.
Hakim tidak akan menghukum seorang anak yang disebabkan dosa orang tuanya padahal anak itu tidak tahu menahu. Bagaimana kita dapat memikirkan bahwa Tuhan menjatuhkan hukuman-hukuman pada anak-anak dari dosa-dosa yang diperbuat orang tuanya? Untuk ini, Islam dengan tegas menolak azas-azas Dosa-dosa Asal, dan menganggap setiap manusia murni disaat dia dilahirkan dan bebas dari setiap dosa.
Baca juga: 20 Sifat Wajib dan Sifat Mustahil Bagi Allah
Sebenarnya Islam menganjurkan anak bayi sebagai satu contoh yang sempurna dari kemurnian dan tanpa dosa. Setiap manusia sesuai ajaran Islam, dilahirkan dalam keadaan murni dan bebas dari setiap dosa dan selanjutnya murni sampai dia berbuat dosa pada umur dewasa. Oleh dosa-dosa pada umur dewasa, anda kehilangan kemurnian anda, tetapi anda dapat mencapai kemurnian itu lagi melalui tobat yang tulus ikhlas.
Bila anda benar-benar mengubah sikap anda dan berniat benar-benar patuh pada Tuhan Yang Pengasih, Dia akan menerima anda dan menghapus dosa anda.
(mhy)
Lihat Juga :