Begini Pengaruh Positif setelah Persia dan Romawi Ditaklukkan Kaum Muslim
Kamis, 28 Desember 2023 - 16:12 WIB
Kemampuan mereka yang asli yang diberikan alam kepada mereka mulai tampak, mereka pun makin aktif dan kreatif dengan menghasilkan berbagai produk dan karya yang terbaik.
Semua ini dilaksanakan seperti sedang berlomba untuk mencapai yang terbaik dan terhormat. Setiap golongan itu menggantungkan diri pada bakat masing-masing yang paling prima untuk mendapatkan penghargaan bangsa-bangsa yang sudah sama-sama tergabung dalam satu kesatuan Kedaulatan itu.
"Wajar sekali bahwa perlombaan yang berlangsung dalam bidang ini justru untuk keagungan bersama, yakni keagungan dan kehormatan Kedaulatan Islam di mata dunia," ujar Haekal.
Para pemimpin kaum Muslimin itu memuji kegiatan mereka yang begitu besar di seluruh kawasan Kedaulatan. Mereka melihatnya dengan perasaan senang, dengan mengharapkan agar kegiatan demikian itu lebih besar lagi.
Prinsip-prinsip egaliter: kebebasan, persaudaraan dan persamaan yang sudah ditanamkan Islam, mendekatkan kedua unsur itu terus-menerus dalam kegiatan ini - lepas dari perbedaan-perbedaan ras, bahasa dan keyakinan mereka.
Masuknya sejumlah bangsa-bangsa yang di bawah panji Imperium Islam tumbuh ke dalam agama yang baru ini makin saling mempererat hubungan mereka, sehingga bangsa-bangsa itu hampir melebur ke dalam satu kesatuan yang harmonis, masing-masing berusaha untuk mencapai tujuan bersama, yakni demi kebesaran semua dan demi kebesaran setiap wilayahnya.
Baca juga: Alasan Strategis Khalifah Umar Menguasai Persia dan Syam
Semua ini dilaksanakan seperti sedang berlomba untuk mencapai yang terbaik dan terhormat. Setiap golongan itu menggantungkan diri pada bakat masing-masing yang paling prima untuk mendapatkan penghargaan bangsa-bangsa yang sudah sama-sama tergabung dalam satu kesatuan Kedaulatan itu.
"Wajar sekali bahwa perlombaan yang berlangsung dalam bidang ini justru untuk keagungan bersama, yakni keagungan dan kehormatan Kedaulatan Islam di mata dunia," ujar Haekal.
Para pemimpin kaum Muslimin itu memuji kegiatan mereka yang begitu besar di seluruh kawasan Kedaulatan. Mereka melihatnya dengan perasaan senang, dengan mengharapkan agar kegiatan demikian itu lebih besar lagi.
Prinsip-prinsip egaliter: kebebasan, persaudaraan dan persamaan yang sudah ditanamkan Islam, mendekatkan kedua unsur itu terus-menerus dalam kegiatan ini - lepas dari perbedaan-perbedaan ras, bahasa dan keyakinan mereka.
Masuknya sejumlah bangsa-bangsa yang di bawah panji Imperium Islam tumbuh ke dalam agama yang baru ini makin saling mempererat hubungan mereka, sehingga bangsa-bangsa itu hampir melebur ke dalam satu kesatuan yang harmonis, masing-masing berusaha untuk mencapai tujuan bersama, yakni demi kebesaran semua dan demi kebesaran setiap wilayahnya.
Baca juga: Alasan Strategis Khalifah Umar Menguasai Persia dan Syam
(mhy)
Lihat Juga :