Hukum Tajwid Surat An Nur Ayat 2 Beserta Penjelasan dan Cara Bacanya
Senin, 01 Januari 2024 - 15:11 WIB
Hukum tajwid surat An Nur ayat 2 penting dipelajari umat Muslim. Tak hanya untuk menambah pengetahuan, namun juga meminimalisir kesalahan ketika membacanya. Foto ilustrasi/ist
Hukum tajwid surat An Nur ayat 2 penting dipelajari umat Muslim. Tak hanya untuk menambah pengetahuan, namun juga meminimalisir kesalahan ketika membacanya.
Surat An Nur merupakan surat ke-24 dalam Al-Qur’an. Memiliki arti ‘Cahaya’, surat ini terdiri atas 64 ayat.
Pada ulasan kali ini, kita akan membahas hukum tajwid Surat An Nur ayat 2. Berikut penjelasannya yang bisa disimak.
“Azzaaniyatu wazzaanii fajliduu kulla waahidim minhumaa mi'ata jaldatinw wa laa taakhuzkum bihimaa raafatun fii diinil laahi in kuntum tu'minuuna billaahi wal Yawmil Aakhiri wal yashhad 'azaabahumaa taaa'ifatum minal mu'miniin”
Artinya: “Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.
Kemudian, ada pula hukum mad thabi'i. Alasannya karena ada huruf za berharakat fathah bertemu alif. Cara bacanya panjang 2 harakat.
Lalu, ada mad ashli. Alasannya karena ada huruf nun berharakat kasrah bertemu ya sukun. Cara bacanya panjang 2 harakat.
Surat An Nur merupakan surat ke-24 dalam Al-Qur’an. Memiliki arti ‘Cahaya’, surat ini terdiri atas 64 ayat.
Pada ulasan kali ini, kita akan membahas hukum tajwid Surat An Nur ayat 2. Berikut penjelasannya yang bisa disimak.
اَلزَّانِيَةُ وَالزَّانِىۡ فَاجۡلِدُوۡا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنۡهُمَا مِائَةَ جَلۡدَةٍ ۖ وَّلَا تَاۡخُذۡكُمۡ بِهِمَا رَاۡفَةٌ فِىۡ دِيۡنِ اللّٰهِ اِنۡ كُنۡتُمۡ تُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِۚ وَلۡيَشۡهَدۡ عَذَابَهُمَا طَآٮِٕفَةٌ مِّنَ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ
“Azzaaniyatu wazzaanii fajliduu kulla waahidim minhumaa mi'ata jaldatinw wa laa taakhuzkum bihimaa raafatun fii diinil laahi in kuntum tu'minuuna billaahi wal Yawmil Aakhiri wal yashhad 'azaabahumaa taaa'ifatum minal mu'miniin”
Artinya: “Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.
Hukum Tajwid Surat An-Nur Ayat 2
1. اَلزَّانِيَةُ (azzaaniyatu)
Kalimat tersebut memiliki hukum tajwid Alif Lam Syamsiah. Alasannya karena ada huruf al bertemu za. Cara bacanya huruf Lam dimasukkan ke Za.Kemudian, ada pula hukum mad thabi'i. Alasannya karena ada huruf za berharakat fathah bertemu alif. Cara bacanya panjang 2 harakat.
2. وَالزَّانِيْ (wazzaanii)
Pertama, ada Alif Lam Syamsiyah, karena huruf lam bertemu za. Cara bacanya Lam dilebur ke huruf za.Lalu, ada mad ashli. Alasannya karena ada huruf nun berharakat kasrah bertemu ya sukun. Cara bacanya panjang 2 harakat.
Lihat Juga :