13 Waktu Mustajab Berdoa, Allah SWT Pasti Ijabah Hajat Kita!

Rabu, 10 Januari 2024 - 15:58 WIB
Salah satu waktu mustajab berdoa adalah di sepertiga malam terakhir menjelang fajar, di waktu inilah doa-doa yang kita panjatkan pasti mustajab dan didengar Allah SWT. Foto ilustrasi/ist
Ketika berdoa kita berharap Allah Subhanahu wa ta'ala segera mengabulkan atau mengijabahnya. Padahal, setiap doa memang akan berbeda-beda ada yang segera dikabulkan, ada juga yang lambat. Ada yang dikabulkan di dunia, ada juga yang Allah janjikan nanti di akhirat.

Allah Maha Mengetahui atas apa-apa yang hamba-Nya tidak ketahui. Oleh karena itu, janganlah merasa putus asa apalagi kecewa. Teruslah berdoa kepada Allah, karena hanya padanya kita bisa meminta pertolongan.

Namun, dalam Islam ini ada waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Di waktu-waktu mustajab ini, Allah SWT janjikan doa-doa yang dipanjatkan pasti akan diijabah. Berikut waktu-waktu mustajab tersebut:

Waktu Mustajab untuk Berdoa

1. Sepertiga malam terakhir

2. Waktu sujud ketika shalat fardhu 5 waktu

3. Setiap selesai salat wajib 5 waktu

4. Hari Jum’at

5. Di antara azan dan iqamah

6. Saat berbuka puasa

7. Saat bangun tidur (sebelum tidur terlebih dahulu bersuci dan berdzikir kepada Allah SWT)

8. Saat terjadi perang

9. Malam lailatul qadar

10. Saat sedang turun hujan

11. Hari Arafah (10 Dzulhijjah)

12. Do’a mukmin untuk saudaranya (tanpa diketahui oleh orang lain)

13. Saat sedang dalam perjalanan.

Dan jangan lupa, ikhlas merupakan kunci utama dalam setiap ibadah, termasuk ketika berdoa. Allah SWT berfirman;

ادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ


“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Ghafir:14)



Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Allah 'azza wajalla telah berfirman: Setiap amal anak Adam adalah teruntuk baginya kecuali puasa. Puasa itu adalah bagi-Ku, dan Akulah yang akan memberinya pahala.  Dan puasa itu adalah perisai. Apabila kamu puasa, maka janganlah kamu merusak puasamu dengan rafats, dan jangan pula menghina orang. Apabila kamu dihina orang atau pun diserang, maka katakanlah, 'Sesungguhnya saya sedang berpuasa.'  Demi Allah, yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat kelak daripada wanginya kesturi. Dan bagi mereka yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Ia merasa senang saat berbuka lantaran puasanya, dan senang pula saat berjumpa dengan Rabbnya juga karena puasanya.

(HR. Muslim No. 1944)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More