Keikhlasan dan Keyakinan yang Bulat, Kunci Dikabulkannya Doa
Kamis, 13 Agustus 2020 - 10:35 WIB
Selain itu, faktor kesucian hidup memegang peranan yang penting, sebagaimana sebuah hadis yang menyatakan bahwa "Salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bernama Sa'ad bin Abi Waqash pernah bertanya kepada Beliau....apakah syarat-syaratnya supaya doa yang kumohonkan dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala?. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, "Makanlah dari harta yang halal, niscaya permohonanmu akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala".
Setiap doa haruslah disertai dengan ikhtiar dan perjuangan. Usaha-usaha yang bersifat fisik (perjuangan dan ikhtiar) harus dirangkaikan dengan kekuatan-kekuatan yang berbentuk doa itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri masih memerlukan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, apalagi kita sebagai manusia biasa.Lebih-lebih dalam kehidupan manusia ini, bagaimanapun kuatnya, pintarnya, kuasanya dan kelebihan-kelebihan lainnya, pada suatu ketika akan menemukan saat-saat kesulitan atau situasi yang tidak dapat diatasinya, dan sudah menjadi naluri manusia akan memohonkan doa meminta pertolongan kepada Kekuasaan yang lebih tinggi yakni Allah Ta'ala. (Baca juga : Waspadai Penyakit Ini : Berbicara 'Asbun' Tanpa Ilmu )
Pada hakekatnya, sebab-sebab belum dikabulkan doa itu terletak pada si pemohon sendiri. Salah seorang ulama sufy bernama Ibrahim bin Adham (hidup pada abad ke 8 Masehi) memberikan jawaban bahwa sebab-sebab doa tidak dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ada sepuluh macam, yaitu :
1. Tidak membayarkan hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala
2. Tidak mengamalkan isi Al-Qur'an
3. Tidak menjalankan sunnah Rasulullah
4. Patuh kepada syaitan,
5. Menerjunkan diri ke jurang, artinya dia tidak mau mengerjakan yang ma'ruf tapi selalu bergelimang dengan perbuatan dosa dan maksiat
6. Ingin masuk sorga tapi tidak beramal
7. Sadar akan mati, tapi tidak mempersiapkan diri, artinya mengakui dan insaf hidup di dunia ini hanya sementara, tapi tidak mengerjakan amal saleh yang akan menjadikan anak kunci membuka pintu kehidupan yang abadi itu
Setiap doa haruslah disertai dengan ikhtiar dan perjuangan. Usaha-usaha yang bersifat fisik (perjuangan dan ikhtiar) harus dirangkaikan dengan kekuatan-kekuatan yang berbentuk doa itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri masih memerlukan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, apalagi kita sebagai manusia biasa.Lebih-lebih dalam kehidupan manusia ini, bagaimanapun kuatnya, pintarnya, kuasanya dan kelebihan-kelebihan lainnya, pada suatu ketika akan menemukan saat-saat kesulitan atau situasi yang tidak dapat diatasinya, dan sudah menjadi naluri manusia akan memohonkan doa meminta pertolongan kepada Kekuasaan yang lebih tinggi yakni Allah Ta'ala. (Baca juga : Waspadai Penyakit Ini : Berbicara 'Asbun' Tanpa Ilmu )
Pada hakekatnya, sebab-sebab belum dikabulkan doa itu terletak pada si pemohon sendiri. Salah seorang ulama sufy bernama Ibrahim bin Adham (hidup pada abad ke 8 Masehi) memberikan jawaban bahwa sebab-sebab doa tidak dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ada sepuluh macam, yaitu :
1. Tidak membayarkan hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala
2. Tidak mengamalkan isi Al-Qur'an
3. Tidak menjalankan sunnah Rasulullah
4. Patuh kepada syaitan,
5. Menerjunkan diri ke jurang, artinya dia tidak mau mengerjakan yang ma'ruf tapi selalu bergelimang dengan perbuatan dosa dan maksiat
6. Ingin masuk sorga tapi tidak beramal
7. Sadar akan mati, tapi tidak mempersiapkan diri, artinya mengakui dan insaf hidup di dunia ini hanya sementara, tapi tidak mengerjakan amal saleh yang akan menjadikan anak kunci membuka pintu kehidupan yang abadi itu
Lihat Juga :