Inilah 5 Kebajikan yang Harus Disegerakan

Rabu, 20 Maret 2024 - 11:08 WIB
Dalam Islam, ada beberapa kebajikan yang harus disegerakan dan dilarang ditunda-tunda, salah satu contohnya adalah ketika ada tamu segerakanlah menyiapkan hidangan untuk mereka. Foto ilustrasi/ist
Dalam Islam, ada beberapa kebajikan yang harus disegerakan dan dilarang ditunda-tunda. Setidaknya ada lima kebajikan yang merupakan sunnah Rasulullah SAW tersebut. Apa saja kebajikan tersebut?

Ustadz Nofriyanto Abu Kayyisa Al-Minangkabawy dalam Kultum Ramadan-nya menjelaskan, bahwa Ulama Murtadha Az-Zabiidi dalam kitabnya Takhrij Ahadits Ihya’ Ulumiddin juz 2 halaman 928 menukil dari Hatim al-Asham,

اَلْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّا فِي خَمْسَةٍ فَإِنَّهَا مِنْ سُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَتَجْهِيْزُ الْمَيِّتِ وَتَزْوِيْجُ الْبِكْرِ وَقَضَاءِ الدَّيْنِ وَالتَّوْبَةُ مِنَ الذَّنْبِ


“Tergesa-gesa itu merupakan perbuatan setan, kecuali bersegera dalam lima hal yang merupakan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; Pertama, menghidangkan makanan. Kedua, menguburkan jenazah. Ketiga, menikahkan anak gadis. Keempat, melunasi hutang. Kelima, bertobat dari dosa dan kesalahan.”

Riwayat di atas mengandung larangan dan anjuran . Larangan tergesa-gesa dan anjuran untuk bersegera. Melaksanakan kebajikan yang harus disegerakan.



Berikut beberapa kebajikan yang harus disegerakan tersebut, yang dijelaskan Ustaz Nofriyanto, di antaranya:

1. Menyiapkan Hidangan Bagi Tamu

Menjaga perasaan saudara muslim yang lain merupakan ajaran Islam yang senantiasa ditanamkan baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini adalah Kebajikan yang harus disegerakan.

Mengapa demikian? Karena sifat mukmin sejati adalah mereka yang mampu membuat saudara mukmin yang lain merasa aman dari lisan dan tangannya. Coba bayangkan apabila tamu datang ke rumah kita. Apalagi kita yang mengundangnya. Lebih-lebih waktu makan. Bukankah lebih baik dan lebih bijak bagi kita untuk segera menghidangkan makanan dan minuman baginya?

Betapa tidak nyamannya tamu apabila tuan rumah dengan santai dan lamanya apalagi menunda-nundanya? Padahal Islam mengajarkan kita untuk menghormati tamu. Dan menyegerakan hidangan saat seperti ini merupakan wujud nyata kita memuliakannya.

Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memasukkannya dalam kategori konsekuensi iman? Sebagaimana tutur Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia, dalam riwayat al-Bukhari hadits nomor 442 dan Muslim haditts nomor 47,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَه


“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.”

2. Menguburkan Jenazah

Menguburkan jenazah merupakan Kebajikan yang harus disegerakan.

Ada dua hikmah dari perbuatan kedua yang harus disegerakan ini. Pertama, apabila jenazah itu saleh (baik), maka hal demikian merupakan kebaikan yang kita segerakan untuknya. Tapi jika tidak saleh, maka hal demikian merupakan keburukan yang kita lepaskan bebannya dari pundak-pundak kita.

3. Menikahkan Anak Gadis

Pernikahan merupakan solusi terbaik untuk menjaga kehormatan. Kehormatan dari perbuatan haram dan segala macam keburukan. Oleh sebab itu, ini merupakan Kebajikan yang harus disegerakan.

Bukankah Rasulullah telah mengingatkan melalui sabda-Nya, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi,

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ


“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR at Tarmidzi no 1084)

4. Melunasi Hutang

Melunasi hutang merupakan Kebajikan yang harus disegerakan dan tidak boleh ditunda-tunda.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
Hadits of The Day
Dari Abdullah, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Sesungguhnya Islam muncul pertama kali dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing pula, maka beruntunglah orang-orang yang terasing.  Abdullah berkata, Dikatakan, Siapakah orang-orang yang terasing itu?  beliau menjawab: Orang-orang yang memisahkan diri dari kabilah-kabilah (yang sesat).

(HR. Ibnu Majah No. 3978)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More