Syaikh Imran Hosein: Raja Najasyi Belum Masuk Islam ketika Meninggal
Kamis, 18 April 2024 - 14:57 WIB
Kebencian ini sangat nyata dalam penindasan biadab mereka terhadap warga Gaza yang tidak berdosa di Tanah Suci. Lantas, umat Kristen mana yang dianggap Syaikh Imran dalam ayat tersebut?
Beliau menganggap mereka adalah umat Kristen yang melestarikan tradisi monastisisme (kerahiban), dan para rahibnya menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang kepada Islam dan umat Muslim.
Menurutnya, ini tentunya bukan kekristenan Barat yang sebagian besar telah meninggalkan kerahiban dan jalan hidup monastis. Mereka adalah umat Kristen tanpa adanya arogansi dalam perilaku mereka. Ini juga mengecualikan orang-orang Kristen yang mendirikan peradaban Barat modern dengan sebuah agenda arogan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu memaksakan kekuasaannya yang tidak berperi-keadilan dan menindas untuk menjajah umat manusia di seluruh dunia.
Mereka adalah umat Kristen yang terang-terangan menampilkan diri sebagai "umat Kristen". Ini akan mengecualikan umat Kristen yang telah disekularisasi oleh peradaban Barat modern dan yang menjadi tanda pengenal utamanya adalah bangsa atau negara mereka dan bukan agama mereka.
Mereka tidak mungkin hanya segelintir umat Kristen yang berpencaran, mereka menyembah Allah seperti yang tertulis dalam Al-Qur'an dan karena itu tidak menyembah Yesus sebagai orang ketiga dari Trinitas; dan mereka tidak mengatakan bahwa Allah memiliki anak, dan lain sebagainya.
Baca juga: Syaikh Imran Nazar Hosein: Kaum Yahudi Benci Islam dan Muslim
Mereka justru merupakan komunitas Kristen yang lengkap dengan para pendeta dan rahibnya sehingga begitu mudah untuk diidentifikasi.
Beliau menganggap mereka adalah umat Kristen yang melestarikan tradisi monastisisme (kerahiban), dan para rahibnya menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang kepada Islam dan umat Muslim.
Menurutnya, ini tentunya bukan kekristenan Barat yang sebagian besar telah meninggalkan kerahiban dan jalan hidup monastis. Mereka adalah umat Kristen tanpa adanya arogansi dalam perilaku mereka. Ini juga mengecualikan orang-orang Kristen yang mendirikan peradaban Barat modern dengan sebuah agenda arogan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu memaksakan kekuasaannya yang tidak berperi-keadilan dan menindas untuk menjajah umat manusia di seluruh dunia.
Mereka adalah umat Kristen yang terang-terangan menampilkan diri sebagai "umat Kristen". Ini akan mengecualikan umat Kristen yang telah disekularisasi oleh peradaban Barat modern dan yang menjadi tanda pengenal utamanya adalah bangsa atau negara mereka dan bukan agama mereka.
Mereka tidak mungkin hanya segelintir umat Kristen yang berpencaran, mereka menyembah Allah seperti yang tertulis dalam Al-Qur'an dan karena itu tidak menyembah Yesus sebagai orang ketiga dari Trinitas; dan mereka tidak mengatakan bahwa Allah memiliki anak, dan lain sebagainya.
Baca juga: Syaikh Imran Nazar Hosein: Kaum Yahudi Benci Islam dan Muslim
Mereka justru merupakan komunitas Kristen yang lengkap dengan para pendeta dan rahibnya sehingga begitu mudah untuk diidentifikasi.
(mhy)
Lihat Juga :