Bolehkah Menceritakan Nikmat kepada Orang Lain?

Kamis, 02 Mei 2024 - 05:15 WIB
وكما ‌كنت ‌عائلا ‌فقيرا ‌فأغناك ‌الله، فحدث بنعمة الله عليك، كما جاء في الدعاء المأثور النبوي: "واجعلنا شاكرين لنعمتك مثنين بها، قابليها، وأتمها علينا


Artinya: "Dan sebagaimana engkau yang tadinya dari keluarga miskin kemudian Allah berikan kekayaan, maka nikmat Allah atas dirimu itu ceritakanlah. Hal ini sebagaimana yang tersirat dalam doa Nabi yang terkenal : "Jadikan kami orang-orang yang bersyukur pada nikmat-Mu, pemuji nikmat-Mu, penerima nikmat-Mu, dan sempurnakanlah nikmat-Mu kepada kami." [Tafsir Ibnu Katsir (8/414)]

Ibnu Nadzrah rahimahullah berkata:

كان المسلمون يرون أن ‌من ‌شكر ‌النعمة ‌أن ‌يحدّث ‌بها


Artinya: "Dahulu kaum muslimin memandang bahwa di antara bentuk bersyukur atas sebuah nikmat adalah menceritakan/menyebut-nyebut nikmat tersebut." [Tafsir al-Kabir (1/155)]

Imam Alusiy rahimahullah berkata:

[‌arabOpen]فإن ‌التحدث ‌بها ‌شكر ‌لها كما قال عمر بن عبد العزيز والحسن وقتادة والفضيل بن عياض


Artinya: "Karena sesungguhnya menyebut-nyebut nikmat itu adalah bentuk syukur atasnya, sebagaimana hal ini dinyatakan oleh Umar bin Abdul Aziz, Hasan al-Bashri, Qatadah dan Fudhail bin Iyadh." [Ruhul Ma'ani (15/383)]

Imam Ibnu Abi Hatim rahimahullah berkata:

[‌arabOpen]إذا ‌أصبت ‌خيرا ‌فحدث ‌إخوانك
Halaman :
Lihat Juga :
Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkini