Syarat-Syarat Wajib Haji: Apakah Haji Anak-Anak Menggugurkan Kewajibannya saat Baligh

Jum'at, 03 Mei 2024 - 15:20 WIB
Syarat wajibnya haji ada lima, yaitu: Islam, berakal, baligh, merdeka, dan mampu. Foto/Ilustrasi: al Jazeera
Syarat wajibnya haji ada lima, yaitu: Islam, berakal, baligh, merdeka, dan mampu. "Maka orang kafir tidak sah hajinya dan tidak akan diterima oleh Allah jika melakukannya, karena mereka tidak termasuk dalam persyaratan," tulis Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin.

Dalam buku "Fatwa-Fatwa Haji dan Umrah oleh Ulama-Ulama Besar Saudi Arabia" yang disusun Muhammad bin Abdul Aziz Al-Musnad dan diterjemahkan H Asmuni Solihan Zamkhsyari, Lc dijelaskan, Islam sebagai syarat utama dalam semua ibadah .

"Bagi orang yang gila, maka dia tidak wajib haji. Tapi jika dia melakukan haji, maka hajinya tidak sah. Sedang anak kecil yang belum baligh, maka hajinya sah dan walinya mendapatkan pahala karena menghajikan anaknya. Tapi haji anak kecil tidak menjadikan gugur kewajiban haji baginya ketika dia telah baligh," jelas Syaikh Al-Jibrin.

Lalu bagaimana bagi hamba sahaya, menurutnya, dia tidak wajib haji karena dia mempunyai kewajiban melayani tuannya. "Tapi bila dia haji, maka hajinya sah dan mendapatkan pahala atas hajinya," ujar Syaikh Al-Jibrin.



Adapun yang dimaksud mampu dalam syarat-syarat wajib haji, maka sesungguhnya Allah hanya mewajibkan haji bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dan yang dimaksud mampu adalah memiliki bekal dan ada kendaraan yang layak untuk haji setelah dia memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok untuk diri dan keluarganya hingga dia kemabali haji.

Syarat-syarat tersebut bersifat umum. Namun terdapat sebagian ulama yang menambahkan syarat keenam, yaitu kondisi aman dalam perjalanan.

"Barangkali syarat ini masuk dalam kategori kemampuan melakukan perjalanan. Juga terdapat syarat lain khusus bagi wanita, yaitu harus ada mahram yang mendampingi," jelasnya.

(mhy)
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Abdullah, ia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalain akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai pertanggungjawabannya. Dan seorang budak juga pemimpin atas atas harta tuannya dan ia juga akan dimintai pertanggungjawabannya.  Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya.

(HR. Bukhari No. 4789)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More